Nusantaraterkini.co, MEDAN - Sejumlah Petani yang tergabung dalam Aliansi Petani untuk Keadilan (APUK) Dairi menolak kegiatan konsultasi publik rencana pasca tambang PT Dairi Prima Mineral (DPM) yang digelar di Hotel Beristra, Kabupaten Sidikalang, Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu (5/11/2025).
Menurut mereka, kegiatan tersebut hanyalah upaya pemerintah dan perusahaan untuk melegalkan kembali operasi tambang yang sebelumnya telah kehilangan izin lingkungan.
"Konsultasi publik ini cuma formalitas untuk menghidupkan lagi PT DPM yang sudah dinyatakan tidak layak,” ujar Staf Divisi Studi dan Advokasi Bakumsu, Riada Panjaitan, pada Jumat (7/11/2025).
Baca Juga : Panglima TNI Bersama Menhan RI Tinjau Keberhasilan Satgas PKH Tertibkan Tambang Nikel Ilegal di Morowali
Aksi yang diikuti sekitar 50 orang itu berlangsung di halaman hotel dan sempat diwarnai ketegangan. Massa dari APUK, kata Riada, sempat diusir oleh pihak hotel karena dianggap tidak memiliki izin aksi.
Meski begitu, unjuk rasa tetap berlanjut di bawah penjagaan ketat aparat kepolisian serta petugas keamanan hotel dan PT DPM.
APUK menilai konsultasi publik itu tidak melibatkan masyarakat terdampak secara adil. Mereka menuding pertemuan hanya dihadiri orang-orang yang disebut pendukung perusahaan dan tidak memiliki kepentingan langsung terhadap tambang.
“Konsultasi publik seperti ini tidak partisipatif, karena warga terdampak justru tidak diundang,” ujar Riada.
Baca Juga : Tambang Emas Martabe Raih Dua Penghargaan Subroto 2025, Inovatif PPM dan Kontributif PNBP
Perlu diketahui, Kementerian Lingkungan Hidup telah mencabut izin kelayakan lingkungan PT DPM melalui Surat Keputusan Nomor 888 Tahun 2025. Pencabutan ini menindaklanjuti temuan bahwa dokumen AMDAL perusahaan dinilai manipulatif dan tidak transparan.
"PT DPM sudah mati sejak izinnya dicabut. Jangan hidupkan kembali mayat tambang di Dairi,” tutur Riada.
Aliansi ini juga mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar jika pemerintah daerah tetap membiarkan kegiatan tambang berlanjut.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
