Nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Keindahan alam kawasan Danau Toba dan Pulau Samosir, tidak pernah ada habisnya, setiap tempat dan sudutnya menyajikan keindahan tersendiri yang memikat hati setiap pengunjung.
Kawasan Danau Toba terkhsusunya di Samosir, tempat yang dirindukan bagi para wisatawan karena pemandangan alamnya yang sangat indah, terlebih banyak air terjun di sekitar perbukitan
Bahkan masih banyak tempat-tempat yang indah di Samosir belum dijamah dan belum ketahui wisataawan, salah satunya air Terjun Sitapigagan tersembunyi yang belum diketahui banyak orang.
Air terjun Sitapigagan berlokasi di Desa Bonandolok, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Baca Juga : Aek Sipitu Dai, Tujuh Sumber Mata Air Ajaib dan Sakral di Samosir
Untuk mencapai Air Terjun Sitapigagan Bonandolok, kamu bisa melalui dua rute, pertama jalur darat menempuh 30 menit 45 menit dari Pangururan menuju tempat ini, namun jalannya masih kurang bagus berkerikil, berpasir dan berbatuan besar untuk sepeda motor.
Jalur kedua, pengunjung bisa melalui jalur Danau rute Pangururan jarak tempuh 1 jam dengan tarif 25.000/orang menggunakan kapal pemumpang yang tersedia setiap hari pukul jam 09.00 dan 14.00 wib.
Sesampainya di sini, pengunjung akan takjub melihat keindahan lembah dan perbukitan hijau bak yang kerap kali disebut Swiss-nya Samosir, pemukiman khas Batak, makam leluhur, air terjun sebanyak tiga, persawahan hijau yang berdekatan dengan jalan mungil yang digunakan pengunjung maupun masyarakat setempat sehari-hari.
Untuk menuju air terjun Sitapigagan pengunjung harus melewati jalanan berliku, namun hanya bisa dilewati sepeda motor karena jalurnya kecil namun estetik, menyajikan pengalaman perjalanan di perkampungan alami.
Meskipun jalanan kecil dan sempit, pengunjung tidak perlu kawatari karena pesona alam nya akan membuat mu terkagum-kagum melihat panorama alam yang disajikan begitu dekat dan dapat langsung di rasakaan, mulai dersiraan air, persawahan, pemungkiman, keasriaan dan keramah tamahan warga setempat.
Pengungjung juga akan melewati bunga-bunga berwarna kuning dan semak-semak saat menyebrangi derasnya air, melompati batu-batu menuju air terjun Sitapigagan.
Sebelum sampai di air terjun Sitapigagan, pengunjung akan melihat dan melewati rumah kecil, menurut kepercayaan masyarakat setempat tempat tersebut merupakan makam leluhur, jadi pengunjung dipersilahkan terlebih dahulu meminta izin kepada leluhur.
Lokasinya berada di sisi kanan air terjun, pengunjung dapat menyampaikan doa dan menyalakan sebatang rokok atau daun sirih sebagai penghormatan kepada leluhur.
Tidak heran, ditemukan jeruk purut masih segar ditempat yang dianggap sakral, daun sirih bahkan sampah kelapa muda, telur ayam kampung yang masih segar di pecahkan, mungkin tadi pagi ada yang berziarah ke tempat ini.
Sebelum melewati rumah tersebut, pengunjung dilarang menggunakan alas kaki selama diarea air terjun, tidak berbahasa kotor dan harus mengucapkan Sentabi Opung(permisi opung).
Warga setempat Boru Sagala mengatakan, ketika memasuki air terjun tidak boleh memakai alas kaki dan harus permisi.
"Ke sini gak boleh pakai sandal, batas terakhirnya sebelum rumah keci ini, tempatnya masih sakral dan harus izin sama opung, tidak boleh memakai emas, tidak berkata kasar," ucapnya, Sabtu(04/10/25).
Ia juga mengatakan bahwa pengunjung sering datang ke air terjun di hari Minggu, kalau hari biasa jarang.
"Pengunjung biasanya datang hari Minggu yang ramai, kalau hari biasa tidak ada yang datang palingan yang mau berziarah, tempat ini masih sangat kami jaga baik kealamian maupun keasriannya," ucapnya.
Baca Juga : Pesona Desa Sikam di Samosir Memanjakan Mata
Air terjun Sitapigagan memiliki keunikan dan keindahan tersendiri, airnya mengalir dari tebing berbukit yang miring dan bertangga-tangga seperti perosotan wahana permainan yang dikelilingi oleh pepohonan hijau dan rindang.
Warna air terjun tersebut merah kecokelatan, sekilas terlihat kotor namun sebetulnya bersih sekali dan sangat segar,. Terdapat bebantuan berukuran besar dan kecil yang biasanya tempat wisatawan berswafoto dan bikin video.
Di sini kita merasakan dersiran air terjun mengalir ke bebantuan yang kecil, susana tenang, asri, damai dan terdengar suara kicauan burung dari pepohonan, air akan mengalir dan berkahir di Danau Toba.
Pengunjung Adelina Sihombing, mengungkapkan bahwa ia berkunjung ke Air Terjun Sitapigagan Bonandolok karena refrensi dari tiktok bagus.
"Aku pernah lihat dari tiktok bagus dan penasaran, ternyata memang sebagus itu," ucapnya sambil menunjukan air terjun.
Ia berharap agar air terjun Sitapigagan Bonandolok tetap terjaga keasrian dan kelestariannya.
"Semoga tempatnya tetap terjaga, alami dan asri," tutupnya.
(jas/nusantaraterkini.co)
