Pesan Wapres Ma'ruf kepada Menteri ATR/BPN AHY
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin memberi pesan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Baca Juga : AHY Targetkan Huntara Siap Huni sebelum Ramadan 2026
Diketahui AHY menggelar silaturahim dengan Wapres Ma'ruf secara tertutup di Rumah Dinas Wapres, Menteng, Jakarta, Sabtu (24/2/2024) sore.
Baca Juga : Dua Bulan Pancabencana, AHY Resmikan Huntara di Aceh Tamiang
Seusai pertemuan, AHY mengatakan bahwa silaturahmi ini sebagai upaya dirinya meminta masukan dan arahan dari Wapres Ma'ruf terkait urusan pertanahan, agraria dan tata ruang. Dia mengaku mendapat pesan dari Wapres Ma'ruf terkait laporan tanah warga diserobot oleh pengembang.
"Ada warga yang melaporkan, mengadu kepada bapak wapres tentang tanahnya yang diserobot oleh orang lain, diserobot oleh pengembang dan akhirnya nasibnya tidak menentu," ungkap AHY kepada wartawan.
Baca Juga : Hari Ini Menko AHY Kembali ke Aceh Tamiang, Pastikan Pemenuhan Hunian Sementara Pascabencana
AHY menyebut bahwa permasalahan tersebut menjadi salah satu tantangan besar untuk diselesaikan Kementerian ATR/BPN. Ketua Umum Partai Demokrat ini mengaku tidak ingin gegabah dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
Baca Juga : Inisiatif Ma’ruf Amin Mundur dari MUI Disebut Sebagai Standar Baru Etika Kepemimpinan
"Jadi di sinilah yang menjadi tantangan terbesar bagi kementerian ATR bagaimana kami bisa secara utuh tentu bukan juga buru-buru, gegabah, tetapi secara utuh melihat permasalahan sengketa termasuk juga kasus-kasus yang disebabkan oleh mafia-mafia tanah yang merugikan rakyat," ujarnya.
AHY memastikan Kementerian ATR/BPN akan bersikap tegas dalam menuntaskan berbagai persoalan pertanahan. Dia menyebut ketegasan ini juga sudah menjadi sikap Kementerian ATR/BPN saat dipimpin oleh Hadi Tjahjanto.
Baca Juga : Prabowo Kunjungi Kediaman Ma’ruf Amin Bahas Arah Pembangunan Indonesia
"Jangan sampai ada siapapun yang melawan hukum di negeri kita termasuk di urusan pertanahan kalau ada rakyat berhadapan dengan mafia tanah sudah pasti Kementerian ATR akan berpihak kepada rakyat, akan membela rakyat kecil jangan sampai hak mereka diinjak, apalagi masyarakat rentan, rakyat kecil dipermainkan dan kita tidak akan membiarkan itu terjadi," tegasnya.
AHY menilai tantangan ini tidak ringan maka pihaknya akan terus berkomunikasi dengan kementerian lain seperti PUPR, Perhubungan hingga Pertanian.
"Sehingga ATR ini bisa menjadi elemen yang penting yang juga bisa membantu projek-projek pembangunan pemerintah yang lainnya dan kita ingin bersinergi berkolaborasi," pungkas putra sulung Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.
(HAM/nusantaraterkini.co)
