Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Rencana pertemuan antara Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri mengindikasikan semakin dekatnya PDIP untuk bergabung ke dalam pemerintahan.
Pengamat politik Citra Institute, Yusak Farchan mengatakan, tanda-tanda ini semakin jelas terlihat setelah terpilihnya Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI.
Baca Juga : Refleksi Satu Abad NU: Presiden Prabowo Serukan Kepemimpinan Berbasis Penjernihan Hati
"Langkah PDIP untuk bergabung dalam kabinet Prabowo sudah mulai terwujud. Sinergi antara PDIP dan Gerindra dapat menjadi titik awal rekonsiliasi yang lebih luas," katanya, Jumat (11/10/2024).
Baca Juga : 58 Hari Pascabencana, PDI Perjuangan Laksanakan Perayaan Natal di Hutanabolon Tapteng
Meski, kata Yusak, ada potensi penolakan dari Presiden Jokowi terhadap kehadiran PDIP di kabinet, Prabowo dihadapkan pada kebutuhan untuk merangkul kedua kekuatan politik tersebut.
"Bagi Prabowo, Jokowi dan PDIP sama-sama penting untuk diakomodasi. Ini bisa menjadikannya sebagai Bapak Rekonsiliasi Nasional," tutur dia.
Baca Juga : PDIP Dinilai Bakal Tetap jadi Oposisi Meski Ada Pertemuan Megawati-Prabowo
Menurut dia, keberadaan PDIP dan faksi Jokowi dalam kabinet Prabowo diharapkan dapat menciptakan stabilitas politik yang lebih baik.
Baca Juga : Para Elite Diminta Akhiri Pertengkaran, Sambut Prabowo dan Ucapkan Terima Kasih kepada Jokowi
"Dukungan dari semua elite politik akan memberikan kepercayaan diri lebih bagi Prabowo," ujarnya.
Lebih lanjut, Yusak menilai, jika upaya rekonsiliasi ini berhasil, dapat menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan antara Jokowi dan Megawati.
"Kehadiran PDIP di kabinet bisa menjadi langkah awal untuk merajut kembali hubungan antara kedua tokoh ini," tandasnya.
Tak Ada Masalah
Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku partainya tidak mempersoalkan bila nantinya PDI Perjuangan (PDIP) bergabung ke dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran mendatang.
Sebab, kata dia, Partai Demokrat fokus menjalankan peran yang akan diamanahkan dalam membangun Indonesia lima tahun ke depan.
“Kalau saya sendiri tidak punya perasaan lain-lain karena kami hanya fokus pada upaya untuk menjalankan peran, apa pun peran yang akan diberikan kepada kami, Partai Demokrat, untuk bisa mengawal pemerintahan lima tahun ke depan,” kata AHY.
“Tentunya dalam politik ini kan serba dinamis ya, tapi sekali lagi saya tidak melihat ini sebagai sesuatu yang membuat kami tidak fokus," sambungnya.
Dia mengaku menyerahkan keputusan ihwal bergabung-nya PDIP ke dalam koalisi pemerintahan mendatang kepada presiden terpilih Prabowo Subianto.
“Kami hanya ingin memberikan support secara penuh, kami menyerahkan semuanya kepada bapak presiden terpilih,” ujarnya.
Sebab, dia menyebut selaku presiden terpilih, Prabowo Subianto, yang paling mengetahui kebutuhan-nya dalam mengejawantahkan visinya membangun Indonesia satu periode ke depan.
“Pertama, yang paling mengetahui ke depan ini seperti apa dan tentunya apa yang ingin dijalankan untuk mewujudkan visi Indonesia Maju seperti yang dikampanyekan oleh Bapak Prabowo, ya beliau sendiri tentunya,” tuturnya.
Dia pun menekankan bahwa Partai Demokrat menghendaki kebersamaan dalam menjalankan peran membangun bangsa.
“Sejak awal komitmen kami Partai Demokrat itu ingin berjuang bersama-sama, Alhamdulillah menang bersama-sama, dan setelah itu mengisi sekaligus menjalankan peran yang baik juga bersama-sama,” kata dia.
(cw1/Nusantaraterkini.co)
