Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Personel SAR Batalyon A Pelopor Polri Bersama Warga Membuat Perahu Darurat di Pinangsori

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Personel SAR Batalyon A Pelopor bersama warga buat perahu darurat demi kehidupan, Sabtu (13/12/2025).

Nusantaraterkini.co,TAPANULI TENGAH-Kepedulian nyata kembali ditunjukkan oleh Personel SAR Batalyon A Pelopor dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (13/12/2025). 

Satu Pleton Personel SAR Batalyon A Pelopor di bawah pimpinan Komandan Batalyon A Pelopor, Kompol Mukhtar I Kadoli SIK MH, turun langsung ke tengah masyarakat Desa Parjalihotan Baru, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Baca Juga : 16 Hari Pascabanjir: Jalan Sibolga-Barus Masih Penuh Lumpur, Warga Sorkam Butuh Bantuan Alat Berat

Di tengah keterbatasan akibat rusaknya akses penyebrangan sungai, personel SAR bersama warga bahu-membahu membuat perahu darurat yang digunakan sebagai sarana penyebrangan sementara di aliran Sungai Pinangsori dan Sungai Lumut Parjalihotan. Sungai tersebut menjadi urat nadi penghubung antara Dusun 6 dan Dusun 7, yang selama ini sangat vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial warga.

Tak hanya membangun perahu darurat, personel SAR juga langsung melakukan penyebrangan warga menggunakan perahu darurat dan perahu karet, memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman di tengah kondisi darurat. Pemandangan kebersamaan antara aparat dan warga menjadi potret kemanusiaan yang menghangatkan hati.

Komandan Batalyon A Pelopor, Kompol Mukhtar I. Kadoli SIK MH, menegaskan, bahwa kehadiran Polri bukan hanya soal keamanan, tetapi juga kemanusiaan.

“Kami hadir bukan hanya sebagai aparat, tetapi sebagai saudara bagi masyarakat. Ketika warga kesulitan, di situlah negara harus hadir. Keselamatan dan kelangsungan hidup masyarakat adalah prioritas utama kami,” ujarnya, dalam siaran persnya, Minggu (14/12/2025).

Baca Juga : 19 Desa Masih Terisolir, Tapteng Butuh Alat Berat dan Air Bersih

Di tengah derasnya arus sungai, hadir tangan-tangan yang mengulurkan harapan. Karena sejatinya, kemanusiaan adalah jembatan terkuat yang mampu menyatukan semua perbedaan. 

(Emn/Nusantaraterkini.co)