16 Hari Pascabanjir: Jalan Sibolga-Barus Masih Penuh Lumpur, Warga Sorkam Butuh Bantuan Alat Berat
Jalan Sibolga-Barus di Sorkam Tapteng masih diselimuti lumpur 16 hari pasca banjir. Warga khawatir penyakit dan desak Pemkab kirim alat berat
Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Jalan lintas Sibolga-Barus tepatnya di kawasan Kelurahan Sorkam, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, masih dipenuhi oleh lumpur.
Sementara barang milik warga masih tertumpuk di depan rumah, hingga mencucinya dengan genangan air banjir.
Pantauan Nusantaraterkini.co, pada Jumat (12/12/2025), sejumlah barang dan benda-benda milik warga yang terendam banjir mengalami kerusakan seperti, lemari pakaian, televisi, alas tidur, hingga bangkai sepeda motor. Semua itu masih menumpuk di hampir semua rumah warga.
Kondisi itu membuat masalah, kata seorang warga, Faisal, ketika matahari terik akan menimbulkan debu tebal. Ketika mengenai mata akan menimbulkan rasa sakit.
Baca Juga : Kisah Pilu Rokki: Mencari Ayah di Desa Bair Tapteng yang Lenyap Ditelan Longsor Bandang
Selain itu, ketika hujan turun lumpur akan kembali basah dan mengotori seluruh jalan.
"Sudah 16 hari setelah banjir surut Kamis November lalu kondisi ini masih terjadi. Warga sini juga masih sibuk membersihkan rumah masing-masing, jadi sepertinya, belum sempat gotong royong," katanya saat ditemui Nusantaraterkini.co.
Selain itu, di Desa Sorkam Tengah, kondisi Jalan Teuku Umar yang menghubungkan Desa Sorkam Kiri, Desa Bottot, dan Desa Teluk Roban kondisinya masih sama.
Beberapa warga juga terlihat mencuci beberapa pakaian, dan barang-barang mereka dengan air bekas banjir yang masih tergenang di sejumlah sedimentasi.
Retno, warga Desa sorkam-tengah" class="article-tag-link" rel="tag">Sorkam Tengah, mengatakan jika air masih kotor. Meskipun debit air sungai sudah mulai menurun, dia belum berani untuk mendekati tepian.
"Abis banjir itu banyak barang hanyut dan terendam air juga masih kotor, dan belum digunakan. Kalau ke sungai saya masih trauma," katanya.
Selain itu, sedimentasi air yang berada di depan rumah warga, kini telah dipenuhi oleh lumpur. Akibatnya air terjebak dan dikhawatirkan menjadi sumber penyakit.
Baca Juga : Enam Rumah Hilang Satu Rusak Parah Usai Banjir di Tapteng, Warga Sebut Dihantam Gelondongan Kayu
Saat ini, warga membutuhkan bantuan alat berat untuk membersihkan jalanan. Sejak banjir surut satu alat berat tidak terlihat.
Sementara itu, rumah-rumah warga juga terlihat mengalami kerusakan. Bahkan, sebanyak 6 rumah dilaporkan hanyut terbawa arus banjir dan 1 diantaranya rusak parah.
Warga mendesak pemerintah kabupaten segera mengambil tindakan atas kondisi tersebut.
"Saya warga Kecamatan Sorkam berharap cepatlah diatasi. Jalanan kotor dan air tergenang ini, takutnya jadi sumber penyakit," ucap Retno.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
ENTERTAIMENTLirik dan Makna Lagu Dunia Yang Nanti oleh Raim Laode (Terbaru 2026)
28 menit yang lalu -
PERISTIWABanjir Terjang Gayo Lues, 100 Rumah Rusak dan 4 Hanyut Terbawa Arus
hendra·5 jam yang lalu -
-
PERISTIWAKebakaran Hebat di Pool Damri Bandung, Puluhan Bus Hangus dan 13 Rumah Warga Terbakar
hendra·6 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPria Hendak Bakar Masjid di Pondok Kelapa Jaktim, 3 Jemaah Diserang Kapak dan Belati
hendra·6 jam yang lalu -
PERISTIWAKru Ketiga Helikopter Super Puma yang Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Tewas
hendra·7 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALEdarkan Sabu di Kawasan Pemukiman, Pria Paruh Baya Ditangkap Polrestabes Medan
hendra·7 jam yang lalu -
SUMSELKapolda Sumsel Ajak Warga Jaga Persaudaraan: Rawat Indonesia Dimulai dari Keluarga
hendra·8 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALTiang Lampu Merah Tanjung Morawa Dimaling, Dua Pelaku Diringkus
hendra·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan