Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Permintaan Tambahan Anggaran hingga Rp100 M, Formappi Kritik BPIP

Usulan ini termasuk penyelenggaraan Diklat pembinaan ideologi Pancasila serta sosialisasi melalui konten kreator dan influencer

Lucius Karus (Foto: istimewa)
Lucius Karus (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Badan Pembinaan () mengajukan permohonan tambahan untuk Rencana Pendapatan dan Belanja Negara (RPABN) tahun 2025.

Bahkan, Kepala Yudian Wahyudi mengusulkan penambahan hingga sebesar Rp100 miliar.

Usulan ini mencakup berbagai kegiatan, termasuk penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (Diklat) pembinaan serta sosialisasi melalui konten kreator dan influencer.

Merespon hal itu, Peneliti Lucius Karus mengaku heran dengan permintaan dari BPIP tersebut. Pasalnya, dari banyak lembaga negara yang ada saat ini, ada beberapa di antaranya yang bertahan hidup walau kinerjanya ngga sangat jelas dan BPIP ini salah satunya.

"Coba apa produk BPIP soal Pembinaan Ideologi Pancasila sampai saat ini? Saya kok tahunya hasil kerja BPIP itu cuma bagaimana menyampaikan salam Pancasila saja sebelum atau setelah acara. Selebihnya nggak terdengar apa kerjaan mereka," kata Lucius kepada Nusantaraterkini.co, Jumat (14/6/2024).

"Ya minimal kan ada publikasi dan sosialisasi masif terkait ideologi Pancasila," lanjut Lucius.

Lucius pun menyinggung soal tambahan kenaikan ini untuk membiayai influencer?

"Lha ini influencer yang adalah warga negara sendiri aja seharusnya sebagai bagian dari pengamalan Pancasila nggak perlu dibayar untuk sekedar menyampaikan pesan baik kepada publik. Lha ini BPIP mau membayar mereka untuk mengampanyekan pancasila. Berarti influencer itu nanti bicara karena dibayar bukan karena paham dan mau mengampanyekan Pancasila yang mereka yakini itu," tanya Lucius heran.

Ia pun menilai, disitulah semua pihak bisa melihat jalan instan yang ditempuh BPIP agar terlihat bekerja. Dengan memakai influencer mereka minimal bisa menangkal kritikan publik karena sudah ada influencer yang bisa jadi kambing hitam mereka.

"Ujung-ujungnya ya ideologi Pancasila nggak semakin meningkat dipahami publik. Yang meningkat hanya anggaran BPIP dan influencer yang dibayar mahal untuk menyampaikan dan menyadarkan publik terkait Pancasila," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk pagu 2025.

"Pimpinan Komisi II yang kami hormati, BPIP mengajukan usulan tambahan anggaran 2025 dengan total senilai Rp100 miliar," kata Yudian di dalam rapat.

Sebesar Rp45,59 miliar anggaran itu diproyeksikan akan digunakan untuk sosialisasi Pancasila dengan melibatkan content creator, YouTuber, influencer, hingga TikToker.

"Delapan, pelaksanaan sosialisasi Pancasila untuk content creator, YouTuber, influencer, TikToker sebesar Rp45.594.500.000," ujarnya.

(cw1/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait