Perkuat Kolaborasi Wujudkan Sistem Pencegahan Tindak Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan
Sistem pencegahan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan harus dibangun sejak dini dengan melibatkan sejumlah institusi terkait
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mendorong perkuat kolaborasi antar-institusi dalam membangun sistem pencegahan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan yang efektif, sebagai bagian dari proses pembangunan sumber daya manusia (SDM) nasional yang berdaya saing.
"Sistem pencegahan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan harus dibangun sejak dini dengan melibatkan sejumlah institusi terkait. Penguatan kolaborasi antar-institusi itu harus mendapat dukungan semua pihak," katanya, Sabtu (4/1/2025).
Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi melakukan audiensi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dalam rangka memperkuat sinergi dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PPA) yang dikelola oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat 28.831 kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia terjadi sepanjang 2024 terhitung sejak Januari hingga Desember.
Baca Juga: DPR Desak Perkuat Sistem Perlindungan agar Kekerasan Seksual pada Anak Tak Terulang
Menurut Lestari, berbagai upaya untuk mewujudkan perlindungan anak dan perempuan dari tindak kekerasan merupakan langkah strategis untuk memastikan kualitas SDM nasional yang merupakan generasi penerus bangsa ini.
Rerie sapaan akrab Lestari berpendapat, kualitas kesehatan fisik dan mental anak dan perempuan sangat mempengaruhi daya saing anak bangsa di masa depan.
Sehingga, tambah Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, upaya membangun sistem pencegahan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan yang efektif harus menjadi perhatian serius semua pihak agar mampu diwujudkan.
Baca Juga: Legislator: Atasi Kondisi Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mendorong agar para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah konsisten memperkuat kolaborasi antar-institusi terkait upaya menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang aman dan sehat bagi setiap anak bangsa, sehingga mampu melahirkan generasi penerus yang berdaya saing di masa depan.
(cw1/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSBelasan Siswa SD di Medan Timur Diduga Keracunan Susu MBG, Tiga Dirawat Serius di IGD
hendra·55 menit yang lalu -
SUMSELBulog Sumsel Babel Serap 131 Ribu Ton Beras, Stok Aman hingga Awal 2027
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSRumah Dinas Letkol Arman Diduga Jadi Markas Judol, Kapendam Jaya: Disalahgunakan Penyewa
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSKNPI Binjai Apresiasi Perbaikan Jalan, Randi Permana: Bukti Pemko Respons Aspirasi Warga
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSAtalia Sebut Kekerasan terhadap Anak Nyata, Pencegahan Harus Dimulai dari Lingkungan
hendra·2 jam yang lalu -
ENTERTAIMENTBetrand Peto Diperiksa 8 Jam soal Dugaan Kekerasan Seksual, Polisi Siapkan Gelar Perkara
hendra·2 jam yang lalu -
PERISTIWAHilang Kendali, Fortuner Hitam Hantam Pintu Ruko Cafe di Jalan Brigjen Katamso Medan
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
PENDIDIKANWacana Tak Naik Kelas 2027, Pengamat Desak Pemerintah Benahi Dulu Kualitas Guru
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALJokowi Tak Lagi Tegas Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, Pengamat Ungkap Dua Faktor: Peluang Duet Kian Tipis
hendra·3 jam yang lalu -
EKONOMIRupiah Kian Tertekan, Pekan Depan Berpotensi Tembus Rp18.000 per Dolar AS
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan