Jangan Sepelekan Gusi Berdarah, Penyakit Ini Bisa Picu Diabetes
Penyakit gusi bisa sebabkan diabetes. Kenali hubungan gusi berdarah, sakit gigi, diabetes, hingga leukemia agar waspada sejak dini
Nusantaraterkini.co - Penyakit gusi sering dianggap sepele. Banyak orang mengira gusi berdarah atau bengkak hanyalah masalah kebersihan mulut biasa.
Padahal, sejumlah penelitian dan penjelasan medis menunjukkan bahwa penyakit gusi bisa sebabkan diabetes, atau setidaknya memperburuk kondisi diabetes yang sudah ada.
Hubungan antara kesehatan mulut dan penyakit kronis kini semakin mendapat perhatian.
Tidak hanya berkaitan dengan bau mulut atau gigi berlubang, penyakit gusi juga dapat memicu peradangan sistemik yang berdampak pada organ tubuh lainnya.
Penyakit Gusi Berhubungan dengan Diabetes?
Ya, penyakit gusi berhubungan erat dengan diabetes.
Penyakit gusi, terutama periodontitis, merupakan infeksi kronis pada jaringan penyangga gigi yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi ini memicu peradangan yang tidak hanya terjadi di mulut, tetapi juga dapat memengaruhi seluruh tubuh.
Pada penderita diabetes, kadar gula darah yang tinggi membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi, termasuk infeksi gusi.
Sebaliknya, infeksi gusi yang tidak ditangani dapat meningkatkan kadar gula darah, sehingga memperparah diabetes.
Inilah yang disebut sebagai hubungan dua arah:
* Diabetes meningkatkan risiko penyakit gusi
* Penyakit gusi memperburuk kontrol gula darah
Peradangan akibat penyakit gusi dapat mengganggu kerja insulin, hormon yang berfungsi mengatur gula darah. Akibatnya, tubuh menjadi lebih sulit mengontrol kadar gula darah, dan risiko diabetes tipe 2 pun meningkat.
Proses Penyakit Gusi Sebabkan Diabetes
Bakteri dari penyakit gusi menghasilkan zat toksin yang masuk ke aliran darah. Zat ini memicu inflamasi kronis, yaitu kondisi peradangan jangka panjang dalam tubuh.
Inflamasi kronis dapat:
* Menurunkan sensitivitas insulin
* Meningkatkan resistensi insulin
* Menyebabkan lonjakan gula darah
Jika kondisi ini berlangsung lama, seseorang yang sebelumnya sehat bisa mengalami prediabetes, bahkan berkembang menjadi diabetes tipe 2.
Inilah alasan mengapa para ahli kesehatan kini menekankan pentingnya perawatan gigi dan gusi sebagai bagian dari pencegahan diabetes.
Hubungan Diabetes dengan Sakit Gigi
Diabetes tidak hanya berdampak pada organ dalam, tetapi juga sangat memengaruhi kesehatan mulut dan gigi.
Hubungan diabetes dengan sakit gigi yang perlu kalian ketahui, yakni;
1. Mulut Lebih Rentan Terhadap Infeksi
Penderita diabetes cenderung memiliki sistem imun yang melemah. Akibatnya, bakteri di mulut lebih mudah berkembang dan menyebabkan infeksi gigi serta gusi.
2. Produksi Air Liur Berkurang
Kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan mulut kering. Padahal, air liur berfungsi membersihkan sisa makanan dan bakteri. Mulut kering membuat risiko gigi berlubang dan sakit gigi meningkat.
3. Penyembuhan Luka Lebih Lama
Jika penderita diabetes mengalami gigi berlubang atau gusi luka, proses penyembuhannya akan lebih lama. Hal ini membuat rasa sakit bertahan lebih lama dan meningkatkan risiko komplikasi.
4. Risiko Abses Gigi
Diabetes yang tidak terkontrol meningkatkan risiko terbentuknya abses gigi, yaitu kantong nanah akibat infeksi bakteri yang bisa sangat menyakitkan dan berbahaya.
Dengan kata lain, diabetes dan sakit gigi saling berkaitan, dan keduanya bisa saling memperburuk kondisi satu sama lain.
Penyakit Diabetes Berawal dari Apa?
Banyak orang mengira diabetes hanya disebabkan oleh konsumsi gula berlebihan. Padahal, penyebab diabetes jauh lebih kompleks.
Berikut beberapa faktor utama penyebab diabetes, diantaranya;
1. Gaya Hidup Tidak Sehat
* Pola makan tinggi gula dan lemak
* Kurang aktivitas fisik
* Kebiasaan merokok
Gaya hidup ini dapat memicu resistensi insulin.
2. Faktor Genetik
Jika memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, risiko seseorang terkena penyakit ini akan lebih tinggi.
3. Obesitas
Kelebihan berat badan, terutama lemak di area perut, sangat berkaitan dengan resistensi insulin.
4. Stres dan Kurang Tidur
Stres kronis dan kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur gula darah.
5. Infeksi Kronis, Termasuk Penyakit Gusi
Ini yang sering tidak disadari. Infeksi jangka panjang seperti penyakit gusi dapat memicu peradangan kronis, yang berkontribusi pada munculnya diabetes.
Dengan demikian, diabetes tidak selalu berawal dari pola makan manis saja, tetapi juga dari kondisi kesehatan lain yang tidak ditangani dengan baik.
Apakah Penyakit Leukimia Mengeluarkan Darah di Gusi?
Ya, penyakit leukemia dapat menyebabkan gusi berdarah.
Leukemia merupakan kanker darah yang memengaruhi produksi sel darah putih. Kondisi ini menyebabkan:
* Penurunan trombosit (sel pembekuan darah)
* Gangguan sistem imun
* Mudah terjadi perdarahan, termasuk di gusi
Gejala gusi berdarah akibat leukemia biasanya berbeda dengan penyakit gusi biasa. Ciri-cirinya antara lain:
* Gusi berdarah tanpa sebab jelas
* Perdarahan sulit berhenti
* Disertai kelelahan ekstrem
* Mudah memar di tubuh
Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak semua gusi berdarah menandakan leukemia. Sebagian besar kasus gusi berdarah disebabkan oleh plak, karang gigi, atau radang gusi.
Jika gusi sering berdarah disertai gejala lain yang tidak biasa, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Cara Mencegah Penyakit Gusi dan Risiko Diabetes
Karena penyakit gusi bisa sebabkan diabetes, pencegahan sejak dini menjadi sangat penting.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
1. Menyikat gigi minimal dua kali sehari
2. Menggunakan benang gigi untuk membersihkan sela gigi
3. Rutin memeriksakan gigi setiap 6 bulan
4. Mengontrol kadar gula darah secara rutin
5. Mengurangi konsumsi gula berlebih
6. Menjaga pola makan seimbang
7. Berhenti merokok
Kesehatan mulut yang baik tidak hanya menjaga senyum tetap indah, tetapi juga membantu melindungi tubuh dari penyakit serius.
Penyakit Gusi Bukan Masalah Sepele
Kini semakin jelas bahwa penyakit gusi bukan sekadar masalah mulut, melainkan dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.
Hubungannya dengan diabetes menunjukkan bahwa perawatan gigi dan gusi merupakan bagian penting dari pencegahan penyakit kronis.
Dengan menjaga kebersihan mulut, mengontrol gula darah, dan menerapkan gaya hidup sehat, risiko penyakit gusi dan diabetes dapat ditekan secara signifikan.
(Akb/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PERISTIWA178 Orang Sakit Usai Santap Nasi Kotak, Nurhadi Desak Sistem Vendor RSUD Dr Soetomo Dibongkar
Rozie Winata·3 menit yang lalu -
SUMUTSertijab Irwasda Polda Sumut, Kapolda Tekankan Penguatan Pengawasan dan Akuntabilitas Polri
Rozie Winata·11 menit yang lalu -
EKONOMIIHSG Masih Dibayangi Aksi Jual Asing, Ini Saham yang Layak Dicermati Hari Ini
hendra·31 menit yang lalu -
KRIMINALPolisi Bekuk Pelaku Pembobolan Ruang Guru SMP Muhammadiyah 3 Palembang
Rozie Winata·37 menit yang lalu -
EKONOMIDPR Desak Pemerintah Perkuat Perlindungan UMKM dari Impor Ilegal dan Persaingan Tidak Sehat
Rozie Winata·47 menit yang lalu -
SUMSELPemprov Sumsel Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Selama Sebulan, Warga Diimbau Manfaatkan Diskon dan Bebas Denda
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLAKejar Agresivitas Gol, John Herdman Optimis Bawa Indonesia ke Final ASEAN Cup 2026
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMUTPemko Padangsidimpuan dan Satgas PRR Genjot Percepatan Rekontruksi Pascabencana
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALKrisis Demografi: Populasi Jepang Anjlok 2,5 Persen dalam Sensus Terbaru
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIWabup Pasaman Apresiasi Program Jemari Kejaksaan Negeri
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan