Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Jangan Sepelekan Gusi Berdarah, Penyakit Ini Bisa Picu Diabetes

Penyakit gusi bisa sebabkan diabetes. Kenali hubungan gusi berdarah, sakit gigi, diabetes, hingga leukemia agar waspada sejak dini

Bagikan:
Ilustrasi seorang wanita tengah mengalami sakit gusi (Istockphoto.com)
Ilustrasi seorang wanita tengah mengalami sakit gusi (Istockphoto.com)
A A

Nusantaraterkini.co - Penyakit gusi sering dianggap sepele. Banyak orang mengira gusi berdarah atau bengkak hanyalah masalah kebersihan mulut biasa.

Padahal, sejumlah penelitian dan penjelasan medis menunjukkan bahwa , atau setidaknya memperburuk kondisi diabetes yang sudah ada.

Hubungan antara kesehatan mulut dan penyakit kronis kini semakin mendapat perhatian.

Tidak hanya berkaitan dengan bau mulut atau gigi berlubang, penyakit gusi juga dapat memicu peradangan sistemik yang berdampak pada organ tubuh lainnya.

Penyakit Gusi Berhubungan dengan Diabetes?

Ya, penyakit gusi berhubungan erat dengan diabetes.

Penyakit gusi, terutama periodontitis, merupakan infeksi kronis pada jaringan penyangga gigi yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi ini memicu peradangan yang tidak hanya terjadi di mulut, tetapi juga dapat memengaruhi seluruh tubuh.

Pada penderita diabetes, kadar gula darah yang tinggi membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi, termasuk infeksi gusi.

Sebaliknya, infeksi gusi yang tidak ditangani dapat meningkatkan kadar gula darah, sehingga memperparah diabetes.

Inilah yang disebut sebagai hubungan dua arah:

* Diabetes meningkatkan risiko penyakit gusi

* Penyakit gusi memperburuk kontrol gula darah

Peradangan akibat penyakit gusi dapat mengganggu kerja insulin, hormon yang berfungsi mengatur gula darah. Akibatnya, tubuh menjadi lebih sulit mengontrol kadar gula darah, dan risiko diabetes tipe 2 pun meningkat.

Proses Penyakit Gusi Sebabkan Diabetes

Bakteri dari penyakit gusi menghasilkan zat toksin yang masuk ke aliran darah. Zat ini memicu inflamasi kronis, yaitu kondisi peradangan jangka panjang dalam tubuh.

Inflamasi kronis dapat:

* Menurunkan sensitivitas insulin

* Meningkatkan resistensi insulin

* Menyebabkan lonjakan gula darah

Jika kondisi ini berlangsung lama, seseorang yang sebelumnya sehat bisa mengalami prediabetes, bahkan berkembang menjadi diabetes tipe 2.

Inilah alasan mengapa para ahli kesehatan kini menekankan pentingnya perawatan gigi dan gusi sebagai bagian dari pencegahan diabetes.

Diabetes tidak hanya berdampak pada organ dalam, tetapi juga sangat memengaruhi kesehatan mulut dan gigi.

yang perlu kalian ketahui, yakni;

1. Mulut Lebih Rentan Terhadap Infeksi

Penderita diabetes cenderung memiliki sistem imun yang melemah. Akibatnya, bakteri di mulut lebih mudah berkembang dan menyebabkan infeksi gigi serta gusi.

2. Produksi Air Liur Berkurang

Kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan mulut kering. Padahal, air liur berfungsi membersihkan sisa makanan dan bakteri. Mulut kering membuat risiko gigi berlubang dan sakit gigi meningkat.

3. Penyembuhan Luka Lebih Lama

Jika penderita diabetes mengalami gigi berlubang atau gusi luka, proses penyembuhannya akan lebih lama. Hal ini membuat rasa sakit bertahan lebih lama dan meningkatkan risiko komplikasi.

4. Risiko Abses Gigi

Diabetes yang tidak terkontrol meningkatkan risiko terbentuknya abses gigi, yaitu kantong nanah akibat infeksi bakteri yang bisa sangat menyakitkan dan berbahaya.

Dengan kata lain, diabetes dan sakit gigi saling berkaitan, dan keduanya bisa saling memperburuk kondisi satu sama lain.

Penyakit Diabetes Berawal dari Apa?

Banyak orang mengira diabetes hanya disebabkan oleh konsumsi gula berlebihan. Padahal, penyebab diabetes jauh lebih kompleks.

Berikut beberapa faktor utama penyebab diabetes, diantaranya;

1. Gaya Hidup Tidak Sehat

* Pola makan tinggi gula dan lemak

* Kurang aktivitas fisik

* Kebiasaan merokok

Gaya hidup ini dapat memicu resistensi insulin.

2. Faktor Genetik

Jika memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, risiko seseorang terkena penyakit ini akan lebih tinggi.

3. Obesitas

Kelebihan berat badan, terutama lemak di area perut, sangat berkaitan dengan resistensi insulin.

4. Stres dan Kurang Tidur

Stres kronis dan kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur gula darah.

5. Infeksi Kronis, Termasuk Penyakit Gusi

Ini yang sering tidak disadari. Infeksi jangka panjang seperti penyakit gusi dapat memicu peradangan kronis, yang berkontribusi pada munculnya diabetes.

Dengan demikian, diabetes tidak selalu berawal dari pola makan manis saja, tetapi juga dari kondisi kesehatan lain yang tidak ditangani dengan baik.

Apakah Penyakit Leukimia Mengeluarkan Darah di Gusi?

Ya, penyakit leukemia dapat menyebabkan gusi berdarah.

Leukemia merupakan kanker darah yang memengaruhi produksi sel darah putih. Kondisi ini menyebabkan:

* Penurunan trombosit (sel pembekuan darah)

* Gangguan sistem imun

* Mudah terjadi perdarahan, termasuk di gusi

Gejala gusi berdarah akibat leukemia biasanya berbeda dengan penyakit gusi biasa. Ciri-cirinya antara lain:

* Gusi berdarah tanpa sebab jelas

* Perdarahan sulit berhenti

* Disertai kelelahan ekstrem

* Mudah memar di tubuh

Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak semua gusi berdarah menandakan leukemia. Sebagian besar kasus gusi berdarah disebabkan oleh plak, karang gigi, atau radang gusi.

Jika gusi sering berdarah disertai gejala lain yang tidak biasa, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Cara Mencegah Penyakit Gusi dan Risiko Diabetes

Karena , pencegahan sejak dini menjadi sangat penting.

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

1. Menyikat gigi minimal dua kali sehari

2. Menggunakan benang gigi untuk membersihkan sela gigi

3. Rutin memeriksakan gigi setiap 6 bulan

4. Mengontrol kadar gula darah secara rutin

5. Mengurangi konsumsi gula berlebih

6. Menjaga pola makan seimbang

7. Berhenti merokok

Kesehatan mulut yang baik tidak hanya menjaga senyum tetap indah, tetapi juga membantu melindungi tubuh dari penyakit serius.

Penyakit Gusi Bukan Masalah Sepele

Kini semakin jelas bahwa penyakit gusi bukan sekadar masalah mulut, melainkan dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan. 

Hubungannya dengan diabetes menunjukkan bahwa perawatan gigi dan gusi merupakan bagian penting dari pencegahan penyakit kronis.

Dengan menjaga kebersihan mulut, mengontrol gula darah, dan menerapkan gaya hidup sehat, risiko penyakit gusi dan diabetes dapat ditekan secara signifikan.

(Akb/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait