Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pendidikan Anak Terancam Dampak 20 Sekolah di Nias Miliki Akses Terbatas, Begini Harapan Pemkab

Kami sangat butuh perhatian pusat terhadap pembangunan sarana dan prasarana pendidikan khususnya, di SDN 078481 Ulunaa’ Hiligoó, dan juga di 20 unit..

Ilustrasi siswa belajar di kelas. (Foto: Pintek)
Ilustrasi siswa belajar di kelas. (Foto: Pintek)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Chrisman Zai, menyebutkan terdapat 20 Sekolah yang memiliki keterbatasan akses, di Kabupaten Nias.

"Sekolah dengan kesulitan yang sama bukan hanya di SDN 078481 Ulunaai’ Hiligoó, kami telah identifikasi ada 19 SD dan SMP yang mempunyai medan kesulitan yang sama," ucap Chrisman kepada Nusantaraterkini.co saat dihubungi, Jumat (24/1/2025).

Baca Juga: Usai Viral, Guru SD di Nias Diwajibkan Tinggal di Dusun Terisolir, Bupati Pilih Bungkam Ditanya Solusi Infrastruktur

Chirsman juga mengungkapkan, jika 19 sekolah tersebut juga berpotensi mengalami kejadian serupa, seperti berita viral SDN 078481 Ulunaai’ Hiligoó, yang telah menjadi sorotan sebelumnyaua.

"Ya, bisa saja kejadian seperti ini terjadi pada sekolah tersebut dimasa yang akan datang selama aksebilitas kesekolah belum memadai," katanya.

Dia juga mengatakan, peran pemerintah pusat sangat diperlukan pada aspek pembangunan infrastruktur di Nias. Hal itu berhubungan dengan, kemampuan keuangan daerah Kabupaten Nias yang sangat terbatas.

"Kami sangat butuh perhatian pusat terhadap pembangunan sarana dan prasarana pendidikan khususnya, di SDN 078481 Ulunaa’ Hiligoó, dan juga di 20 unit sekolah dasar yang masih terisolir," ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Nias, Kharisman Halawa, menambahkan bahwa akses jalan menjadi kendala utama bagi para guru. SD Negeri 078481 terletak di Dusun III, Desa Laowo Hilimbaruzo, yang merupakan wilayah terisolasi.

Para guru harus berjalan kaki melewati medan berbatu, menyeberangi Sungai Na'ai sebanyak 13 kali, dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Alternatif lain adalah melalui Desa Soromaasi di Kecamatan Ulugawo, namun medan yang berbukit dan terjal membuat perjalanan tetap sulit.

"Jika curah hujan tinggi, para guru sering tertahan di jalan karena sungai banjir," ujar Kharisman saat dihubungi.

SD Negeri 078481 memiliki 62 siswa yang semuanya merupakan warga Dusun III. Untuk memastikan keberlanjutan pendidikan, solusi akses jalan kini menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Nias.

Baca Juga: Terima Komisi I DPR, Ilyas Sitorus Sampaikan Permasalahan Informasi dan Komunikasi di Sumut

Sebelumnya, video yang menunjukkan seorang siswa merekam kondisi kelas yang kosong tanpa guru telah menjadi perhatian publik di media sosial. Video itu juga memperlihatkan ruangan yang berantakan dan beberapa siswa yang menyebutkan guru hanya datang untuk memukul lonceng sebelum pulang.

(cw7/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait