Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Usai Viral, Guru SD di Nias Diwajibkan Tinggal di Dusun Terisolir, Bupati Pilih Bungkam Ditanya Solusi Infrastruktur

Langkah ini bertujuan memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan meskipun medan menuju sekolah sangat berat

Tangkapan layar papan nama SDN nomor 078481 Uluna'ai Hiligo'o Hilimbarozu di Nias yang viral karena disebut 1 bulan tidak ada guru. (Foto: dok warga)
Tangkapan layar papan nama SDN nomor 078481 Uluna'ai Hiligo'o Hilimbarozu di Nias yang viral karena disebut 1 bulan tidak ada guru. (Foto: dok warga)
A A

, MEDAN – Keluhan siswa SD di Nias yang tidak mendapat pengajaran akibat ketidakhadiran guru, akhirnya membuat pemerintah mengambil langkah yang dinilai kontroversial.

Para guru di SD Negeri 078481 Uluna'ai Hiligo'o, Dusun III Desa Laowo Hilimbaruzo, Kecamatan Idanogawo kini diwajibkan tinggal di sekitar sekolah yang berada di wilayah terisolir.

Kepala (Disdik) Nias, Kharisman Halawa, menyampaikan kebijakan tersebut melalui akun resmi Pemkab Nias.

Ia menegaskan, langkah ini bertujuan memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan meskipun medan menuju sekolah sangat berat. Mengingat, pemerintah juga sedang berjuang membuka akses jalan menuju sekolah.

“Guru diwajibkan tidur di Dusun III Desa Laowo Hilimbaruzo yang dekat dengan lokasi SDN 078481 Uluna'ai Hiligo'o agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Bagaimanapun kondisi medan berat, kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan,” ujar Kharisman Halawa, dilihat dari akun resmi Pemkab Nias, Jumat (24/1/2025).

Baca Juga: Viral Guru tak Hadir Untuk Mengajar, Kapolres Nias Tempuh Jalan Kaki Datangi Sekolah

Namun, keputusan tersebut menuai kritik lantaran kondisi akses menuju sekolah yang sangat memprihatinkan. Dusun tersebut berjarak sekitar 8,5 kilometer dari desa induk dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama dua jam, melewati 13 sungai.

Alternatif lainnya adalah melalui Kecamatan Ulugawo, dengan perjalanan 4 kilometer melalui bukit terjal dan jalan tanah.

Keputusan untuk mewajibkan guru tinggal di ini dianggap sebagai solusi instan yang tidak menyentuh akar masalah, yaitu buruknya infrastruktur.

Alih-alih memperbaiki akses jalan menuju sekolah, pemerintah Kabupaten Nias justru, dinilai membebankan kesulitan tersebut kepada para guru.

“Ini bukan solusi yang manusiawi. Guru-guru harus mengorbankan kenyamanan hidup mereka karena pemerintah gagal menyediakan akses infrastruktur yang layak,” ujar Agus Nardi Nasutoin, seorang pemerhati pendidikan saat dihubungi .

Baca Juga: Murid SD Negeri di Nias Viralkan Guru Bolos Hingga Sebulan: Muird Ditelantarkan

Terpisah, Kabupaten Nias, Yaatulo Gulo, belum memberikan tanggapan yang konkret terkait kebijakan tersebut. Yaatulo mengaku sedang menjalani sebuah rapat, di Jakarta.

“Hubungi Kadis Kominfo Kabupaten Nias saja ya, saya sedang rapat di Jakarta,” ucapnya singkat kepada Nusantaraterkini.co, melalui pesan WhatsApp, Jumat (24/1/2025).

Lalu, Kadis Kominfo Kabupaten Nias, Charisman Zai, justru sama sekali tidak memberikan keterangan sampai berita ini dimuat.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait