Usai Viral, Guru SD di Nias Diwajibkan Tinggal di Dusun Terisolir, Bupati Pilih Bungkam Ditanya Solusi Infrastruktur
Langkah ini bertujuan memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan meskipun medan menuju sekolah sangat berat
Nusantaraterkini.co, MEDAN – Keluhan siswa SD di Nias yang tidak mendapat pengajaran akibat ketidakhadiran guru, akhirnya membuat pemerintah Kabupaten Nias mengambil langkah yang dinilai kontroversial.
Para guru di SD Negeri 078481 Uluna'ai Hiligo'o, Dusun III Desa Laowo Hilimbaruzo, Kecamatan Idanogawo kini diwajibkan tinggal di sekitar sekolah yang berada di wilayah terisolir.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Nias, Kharisman Halawa, menyampaikan kebijakan tersebut melalui akun resmi Pemkab Nias.
Ia menegaskan, langkah ini bertujuan memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan meskipun medan menuju sekolah sangat berat. Mengingat, pemerintah kabupaten Nias juga sedang berjuang membuka akses jalan menuju sekolah.
“Guru diwajibkan tidur di Dusun III Desa Laowo Hilimbaruzo yang dekat dengan lokasi SDN 078481 Uluna'ai Hiligo'o agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Bagaimanapun kondisi medan berat, kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan,” ujar Kharisman Halawa, dilihat dari akun resmi Pemkab Nias, Jumat (24/1/2025).
Baca Juga: Viral Guru tak Hadir Untuk Mengajar, Kapolres Nias Tempuh Jalan Kaki Datangi Sekolah
Namun, keputusan tersebut menuai kritik lantaran kondisi akses menuju sekolah yang sangat memprihatinkan. Dusun tersebut berjarak sekitar 8,5 kilometer dari desa induk dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama dua jam, melewati 13 sungai.
Alternatif lainnya adalah melalui Kecamatan Ulugawo, dengan perjalanan 4 kilometer melalui bukit terjal dan jalan tanah.
Keputusan untuk mewajibkan guru tinggal di dusun terisolir ini dianggap sebagai solusi instan yang tidak menyentuh akar masalah, yaitu buruknya infrastruktur.
Alih-alih memperbaiki akses jalan menuju sekolah, pemerintah Kabupaten Nias justru, dinilai membebankan kesulitan tersebut kepada para guru.
“Ini bukan solusi yang manusiawi. Guru-guru harus mengorbankan kenyamanan hidup mereka karena pemerintah gagal menyediakan akses infrastruktur yang layak,” ujar Agus Nardi Nasutoin, seorang pemerhati pendidikan saat dihubungi Nusantaraterkini.co.
Baca Juga: Murid SD Negeri di Nias Viralkan Guru Bolos Hingga Sebulan: Muird Ditelantarkan
Terpisah, Bupati Kabupaten Nias, Yaatulo Gulo, belum memberikan tanggapan yang konkret terkait kebijakan tersebut. Yaatulo mengaku sedang menjalani sebuah rapat, di Jakarta.
“Hubungi Kadis Kominfo Kabupaten Nias saja ya, saya sedang rapat di Jakarta,” ucapnya singkat kepada Nusantaraterkini.co, melalui pesan WhatsApp, Jumat (24/1/2025).
Lalu, Kadis Kominfo Kabupaten Nias, Charisman Zai, justru sama sekali tidak memberikan keterangan sampai berita ini dimuat.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSIsu OTT di Sumut Bikin Geger, Ketua DPRD Labura Disebut Ditangkap, Ini Kata KPK
hendra·11 menit yang lalu -
KRIMINALHendak Terbang ke Kuala Lumpur, Penumpang Bawa 700 Gram Emas Digagalkan Bea Cukai
hendra·34 menit yang lalu -
NEWSFilep Wamafma Soroti DTSEN KIP Kuliah 2026: Jangan Sampai Mahasiswa Putus Kuliah
hendra·58 menit yang lalu -
NEWSKasus Lapas Cibinong, Pangeran Khairul Saleh Minta Pengunduran Diri Dirjenpas Ditangguhkan
hendra·1 jam yang lalu -
SUMSELGubernur Sumsel Bakal Perluas Kolam Retensi untuk Atasi Banjir Simpang Polda Jelang Musim Hujan
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSFormappi Soroti Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran: Kini Lebih Tepat Disebut Kabinet Kompromi
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALDitawar Rp300 Ribu untuk Seks, Pria di Labura Bunuh Pasangan Sesama Jenis: Satu Pelaku di Bawah Umur
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSTak Banyak yang Tahu, Kapolri Suyudi Ario Seto Pernah Pamer Aksi Debus Bengkokkan Golok
hendra·3 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Turun Tipis ke Rp2.576.000 Per Gram, Perak Naik Menjadi Rp40.750
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
EKONOMIDPR Desak BI Perketat Keamanan QRIS dan Lindungi 65 Juta Pengguna dari Kejahatan Siber
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan