nusantaraterkini.co, PEMATANGSIANTAR - Gading Simangunsong pemuda asal Siantar menjadi peserta terbaik 1 Bootcamp Anti Korupsi Nasional: Sinergi Integritas Muda Indonesia (SINTESIS) 2025 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta, 9 hingga 12 September 2025.
Bootcamp yang digagas Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Permas) KPK ini, menjadi ajang pembekalan dasar integritas, pelatihan kepemimpinan, komunikasi publik, hingga keterampilan menyusun laporan pengaduan masyarakat yang berkualitas.
Tidak hanya itu, peserta juga diajak merancang rencana aksi, seperti membentuk komunitas antikorupsi, menginisiasi edukasi publik, hingga memanfaatkan teknologi digital guna mendorong transparansi.
Baca Juga : Deliserdang Resmi Miliki Sirkuit Skateboard Nasional, Bupati: Wadah Prestasi Sekaligus Benteng Sosial
Kegiatan tersebut diikuti 51 peserta yang terpilih mewakili 21 Provinsi dari 2.227 pendaftar seluruh Indonesia.
"Suatu kebanggan bagi saya bisa mendapat penghargaan terbaik dalam event ini. Bootcamp ini menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan cuma kerja KPK, Pemerintah dan APH (Aparat Penegak Hukum) saja tapi masyarakat, karena sejatinya budaya korupsi sudah ada dalam masyarakat sejak lama, tidak ada pemimpin korup yang ada masyarakat korup karena pemimpin lahir dari masyarakat," jelasnya Rabu (17/9/2025).
Ia mengatakan, melalui event Bootcamp Anti Korupsi yang dilakukan KPK menambah banyak pengetahuan bagaimana peserta di ajarkan mengaudit proyek pemerintah, mengedukasi masyarakat lewat syiar, konten dan tulisan serta melatih cara berpatisipasi lewat pelaporan tindak pindana korupsi (tipikor) yang berkualitas.
Baca Juga : Lalu Hadrian: Hidupkan Kembali Semangat Sumpah Pemuda untuk Jawab Tantangan Zaman!
"Satu hal yang penting adanya Materi Audit Sosial dimana masyarakat dilatih mengaudit output dari proyek pemerintah, untuk mengukur kualitas dan manfaatnya. Melalui audit sosial ini kita dapat menemukan Kerugian negara dan Kerugian keuangan negara yang menjadi sumber korupsi," ujarnya.
(jas/nusantaraterkini.co)
