Pemkab Madina Raih WTP Keempat Secara Berturut
Pemkab Madina kembali raih opini WTP ke-4 kalinya. Bupati Saipullah komitmen tingkatkan kualitas laporan keuangan
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) untuk keempat kalinya secara berturut.
Dokumen hasil pemeriksaan diterima langsung oleh Bupati Madina, Saipullah Nasution dan Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis didampingi sejumlah pejabat dari dinas terkait di Kota Medan, pada Jumat (29/5/2026)
Bupati Madina, Saipulah mengatakan, capaian itu merupakan bukti Pemkab Madina terus melakukan perbaikan terhadap laporan keuangan. Meski demikian, kata dia, masih ada rekomendasi dari BPK yang perlu menjadi perhatian untuk menyempurnakan hasil tersebut.
Saipullah juga mengatakan, ke depannya Pemkab Madina akan bekerja sama dengan BPK RI Perwakilan Sumut untuk memberikan pelatihan kepada ASN terkait penganggaran dan laporan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
"Sehingga dengan pemahaman yang sama, harapannya ASN Pemkab Madina semakin memahami tentang laporan keuangan, sekaligus juga mengeliminasi atau mengurangi tingkat kesalahan di masa depan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi menyambut baik capaian tersebut. Dia berharap hal ini menjadi motivasi agar pada tahun-tahun mendatang bisa dipertahankan.
"Harapannya di tahun-tahun yang akan datang itu tidak ada perubahan, bahkan harus lebih bisa kita tingkatkan. Kita WTP dengan catatan, besok tidak ada lagi dengan catatan," ujarnya.
Pj Sekda Afrizal Nasution mengapresiasi seluruh OPD yang telah bekerja maksimal sehingga Opini WTP bisa dipertahankan. Dia pun mengingatkan agar rekomendasi yang disampaikan BPK menjadi motivasi untuk perbaikan.
"Harapannya, prestasi ini tidak hanya sampai di sini, tapi ke depan kita harus jadikan ini sebagai budaya sebagaimana harapan pimpinan dalam hal mewujudkan Madina Maju," harap dia.
Sebelumnya, Kepala BPK RI Perwakilan Sumut Paula Henry Simatupang menyampaikan, pemeriksaan LKPD bertujuan untuk tiga hal. Pertama, memastikan laporan keuangan sesuai dengan SAP.
"Karena tidak boleh laporan keuangan itu disusun asal asalan. Di dalam UU, di dalam PP, itu sudah ditentukan. Dia menjadi acuan utama," kata Henry.
Kedua, pemeriksaan LKPD bertujuan untuk menilai kepatuhan. Ketiga, menilai keaktifan Sistem Pengendalian Internal (SPI) pemerintahan daerah, termasuk untuk mengetahui implementasinya dalam pelaksanaan program pembangunan.
"Maka, nanti akan ada temuan-temuan yang mengatakan belanja pegawainya terlalu banyak, melebihi dari 30%. Ada pegawai yang tidak kompeten, tapi ditempatkan. Ada yang kompeten, tapi tidak ditempatkan di posisi yang benar, yang tidak sesuai kompetensinya," jelas Henry.
(mra/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHotel di Bali Berguguran, DPR Soroti Tiket Mahal hingga Infrastruktur
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 480 Gram Sabu dari Medan ke Aceh, Penumpang Travel Ditangkap
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers oleh Oknum Polisi Masih Berlanjut di Polres Padangsidimpuan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
ENTERTAIMENTKartika Ong Perjalanan Hidup Dibalut jadi Lirik Lagu, Aku Bukan Yang Hilang
Akbar·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANStrategi Pemko Medan Optimalkan PAD dan Infrastruktur dalam R-APBD Perubahan 2026
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIPemprov Sumut dan AS Jajaki Peluang Investasi Strategis untuk Dongkrak Perekonomian Daerah
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALDPD Dorong Menag Perkuat Toleransi dan Desak Penyelesaian Konflik Rumah Ibadah
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan