Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pemerintah Dianggap Tak Pernah Berhasil Kendalikan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Lebaran

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Amin Ak (Foto: istimewa)

Pemerintah Dianggap Tak Pernah Berhasil Kendalikan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Lebaran 

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketidakstabilan harga sejumlah komoditas pangan terutama kenaikan harga selama Ramadan dan menjelang Lebaran merupakan persoalan kronis yang tidak pernah berhasil diatasi pemerintah.

Baca Juga : Cegah Inflasi, Sekdaprov Sumut Ingatkan Produsen Jaga Ketersediaan Pasokan Pangan Program MBG

Menurut Anggota Komisi VI DPR Amin Ak, faktor utamanya karena kendali atas komoditas pangan, riilnya tidak ditangan pemerintah.

Baca Juga : Ekspor Karet Alam Sumut pada Agustus 2025 Stagnan, Pasokan Masih Terbatas

Sebelumnya Menteri Perdagangan, menyebut pemerintah tidak bisa menjamin harga pangan akan turun.

Menurut Amin, tata niaga pangan yang buruk dan dikuasai segelintir ‘pemain’ merupakan akar permasalahan yang tidak secara serius diselesaikan pemerintah. Tata niaga komoditas pangan dikendalikan oleh mereka yang kerap disebut sebagai mafia pangan.

Baca Juga : DPR Dorong Perum Bulog Jadi Badan Mandiri Demi Stabilitas Harga Pangan

Komoditas beras misalnya, meskipun pemerintah sudah mengimpor beras secara besar-besaran, faktanya harga beras tetap saja mahal. Demikian juga dengan komoditas lainnya seperti gula, daging, dan bawang putih.

Baca Juga : Rakor Pengendalian Inflasi, Pemkab Deli Serdang Komitmen Pastikan Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Jelang Ramadan 2026

“Karena pasokan komoditas pangan dikuasai mafia, maka saat permintaan tinggi, sesuai hukum ekonomi harga pun dipastikan melambung tinggi,” kata Amin Ak, Kamis (28/3/2024).

Menurut Amin, reformasi tata niaga pangan itu bukan masalah mampu atau tidak. Namun mau atau tidak pemerintah lakukan Reformasi.

Baca Juga : Demi Kenyamanan Ibadah Ramadan, Bobby Nasution Deadline Kepala Daerah Selesaikan Data Korban Bencana

“Kalau iya, ayo dong fight tertibkan mafia pangan dan tata niaga pangan untuk menjamin terlayaninya kebutuhan perut rakyat,” tegasnya.

Baca Juga : Muhammadiyah Tetapkan Ramadan 1447 H Tanggal 18 Februari dan Idul Fitri 20 Maret 2026

Komoditas pangan, lanjut Amin, merupakan komoditas strategis karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan merupakan kebutuhan sehari-hari.

Karena itu penanganannya harus lintas sektoral. Dan kronisnya persoalan pangan menunjukkan betapa lemahnya koordinasi antar kementerian dan kondisi itu terus berulang.

(cw1/nusantaraterkini.co)