Pembongkar Dugaan Kecurangan Seleksi PPPK di Langkat Dilaporkan, Guru Honorer Minta Cepat Diproses
Puluhan guru honorer menggeruduk Polres Langkat yang berada di Jalan Proklamasi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Nusantaraterkini.co, LANGKAT - Puluhan guru honorer menggeruduk Polres Langkat yang berada di Jalan Proklamasi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa (8/10/2024) siang.
Kedatangan para guru honorer ini ialah, mempertanyakan kepada penyidik langkat" class="article-tag-link" rel="tag">Polres Langkat, sudah sejauh mana proses laporan terhadap Meilisya Ramadhani.
"Hari ini kami menggelar aksi untuk mempertanyakan laporan Meilisya Ramadhani selaku guru yang memperjuangkan pendidikan di Kabupaten Langkat," ujar Irwansyah selaku koordinator aksi.
Lanjut Irwansyah, Meilisya sebelumnya diketahui orang yang mencoba membongkar semua keburukan-keburukan atau adanya maladministrasi yang ada di seleksi PPPK guru Kabupaten Langkat tahun 2023.
Begitu Meilisya memperjuangkannya, malah dilaporkan sebagai pembuat surat keterangan palsu.
"Jadi kami di sini bukan meminta untuk mencabut laporan tersebut. Tapi kami minta Polres Langkat mempercepat proses penyelidikan, jangan ditunda-tunda lagi. Karena kami mau tau sebenarnya seperti apa," ujar Irwansyah.
"Kami yakin Meilisya Ramadhani tidak bersalah. Kenapa, karena Meylisa membongkar maladministrasi seleksi PPPK, jadi ini bentuk diskriminalisasi atau pembungkaman terhadap Meilisya," sambungnya.
Masalah surat fakta integritas yang dijadikan bukti, Irwansyah menambahkan, Meilisya sudah mengundurkan diri dari kelulusan PPPKnya. Dan Plt Bupati Langkat pada waktu itu, sudah mengaminkan.
"Dan satu lagi, Katanya Pemkab Langkat tidak ada melaporkan Meilisya. Tetapi herannya surat fakta integritas itu dapatnya dari mana. Untuk yang dapat mengakses itu, Meilisya Ramadhani sendiri dan Panselda," kata Irwansyah.
Disinggung jadi siapa yang melaporkan Meilisya Ramadhani, ialah seorang oknum pengacara.
"Sudah tertera, disosial media juga ada yaitu oknum pengacara. Di mana diduga oknum pengacara itu merupakan pengacara Kadisdik Langkat dan kepala sekolah yang ditetapkan tersangka oleh Polda Sumut. Jadi kami menduga ini bentuk diskriminalisasi untuk membungkam pergerakan kami," tutup Irwansyah.
Sedangkan itu aksi para guru honorer langsung diterima oleh Kanit Tipidter Polres Langkat, Ipda Adi Arifin yang menangani perkara tersebut.
"Kami sudah memeriksa saksi-saksi, dan ini belum masuk dalam pokok materil. Laporan ini tetap akan kami proses," ujar Adi. (rsy/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKRUU Pemilu, Hensa Ingatkan Threshold Jangan Mengabaikan Suara Pemilih
Herman Saleh Harahap·Beberapa detik yang lalu -
-
POLITIKVideo Call Saat Rapat, Formappi Minta MKD Panggil Moreno Soeprapto
Herman Saleh Harahap·33 menit yang lalu -
SUMUTAktivis Madina Soroti Kinerja Sagtas PETI, Minta Segera Tindak Aktor Intelektual dan Pendana
Herman Saleh Harahap·45 menit yang lalu -
EKONOMISertifikasi Halal DIminta Tak Jadi Beban Baru bagi UMKM
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSTNI Raihย Empat Rekor MURI Melalui Kegiatan Bersama Masyarakat
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSMagangHub Batch 2 Dimulai Hari Ini, Peserta Diminta Bersiap
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
E-SportKlasemen MPL ID S18: TLID Kokoh di Puncak, EVOS Beri Kejutan, Peluang RRQ Menipis
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
NEWSWorld Cleanup Day 2026, Wali Kota Binjai Ajak Warga Jadikan Gotong Royong Budaya
hendra·11 jam yang lalu -
E-SportKejar Peningkatan Prestasi Nasional, ESI Sumut Gelar Kejurprov Esport 2026
Herman Saleh Harahap·11 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan