Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pejabat Diminta Gunakan Mobil Maung jadi Kendaraan Dinas, Pengamat: Arahan Prabowo Cinta Produk dalam Negeri

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Mobil dinas Maung buatan PT Pindad. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Presiden Prabowo meminta agar semua pejabat publik dapat menggunakan mobil dinas Maung yang diproduksi PT Pindad.

Menanggapi itu, Pengamat politik Hendri Satrio mengatakan, arahan Presiden Prabowo agar kabinetnya menggunakan Maung produksi Pindad memberi contoh baik untuk mencintai produk dalam negeri.

Baca Juga : Relaksasi TKDN Dinilai Bisa Bikin Produk Dalam Negeri Kembali Bersaing

Pria yang disapa Hensat ini menyoroti pernyataan Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu yang menyebut Presiden Prabowo Subianto akan memfasilitasi Pindad Maung sebagai mobil dinas menteri, wakil menteri, dan eselon I.

Baca Juga : Impor Elektronik Dibatasi, DPR: Pemerintah Wajib Perkuat Daya Saing Produk Dalam Negeri

Meski pernyataan Anggito tersebut diklarifikasi oleh Kemenkeu, Hensat menilai apabila arahan tersebut benar, kata dia, tentu sangat bagus untuk memberi contoh kepada publik mengenai sikap mencintai produk dalam negeri.

“Ini kan ada polemik ya jadi ini disampaikan oleh Mas Anggito dan dibantah oleh Ibu Sri Mulyani. Tapi kalau memang benar itu diperintah Pak Prabowo agar para menteri, wakil menteri dan pejabat eselon I menggunakan Pindad Maung, itu bagus banget karena mencerminkan sikap cinta produk dalam negeri dan itu bisa jadi contoh ke masyarakat juga," katanya, Kamis (31/10/2024).

Baca Juga : Demi Isi BBM Warga Rela Mengantri 2 Jam di SPBU Padangmatinggi

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu juga memuji bentuk dan desain dari Pindad MV-3 Garuda Limousine yang menjadi tunggangan Presiden Prabowo baik saat pelantikan maupun setelah agenda retret bersama para jajaran Kabinet Merah Putih di Akademi Militer.

Baca Juga : Pindad Siap Garap Mobil Nasional, Masukkan Elektrifikasi ke Dalam Peta Jalan

“Maung Garuda itu keren bentuknya. Kayak Humvee ya. Jadi menurut saya bagus itu kalau mau dipakai oleh menteri dan wakil menteri”, ujarnya.

Hensat menuturkan berkat desain Maung yang menarik, bukan tidak mungkin produk Pindad ini akan laku di pasaran Indonesia.

“Karena bentuknya bagus jadi pasti bisa laku di pasaran. Keren ini Pak Prabowo," imbuhnya.

Hensat juga mendorong agar kedepannya PT Pindad mampu memproduksi Maung secara mandiri. Ia mendukung apabila PT Pindad kelak bisa membuat sendiri mesin, sasis, dan transmisi Maung yang selama ini kebutuhannya masih harus dipenuhi oleh merek mobil yang telah beredar di pasaran.

“Semoga Pindad bisa membuat sendiri komponen dari Maung ini. Ya dari mesin, sasis, sampai transmisi kita dukung agar Pindad bisa produksi mandiri. Saya rasa Indonesia akan bangga sekali bila Pindad mampu mengurangi ketergantungan dari brand lain,” katanya.

Sertifikasi Maung Harus Jelas

Disisi lain, Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio meminta pemerintah menjelaskan sertifikat mobil Maung buatan PT Pindad (Persero) sebagai mobil dinas para pejabat. Agus berpandangan, pemerintah tidak bisa begitu saja mengeklaim Maung buatan Pindad yang diwacanakan untuk mobil operasional menteri itu murni buatan Indonesia tanpa ada bukti sertifikat.

“Kan tidak bisa ujug-ujug ada mobil buatan Pindad, itu dari mana mesinnya? siapa yang bikin gear box-nya? itu kan perlu kita tahu dulu,” kata Agus.

Agus menyampaikan, mobil produksi Pindad yang digunakan oleh TNI menggunakan mesin dan sasis Toyota Hilux 2GD FPV. Menurutnya, jika Maung Pindad yang diproduksi untuk mobil pejabat adalah produk baru, maka harus memiliki Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT).

“Kalau mobil baru itu kan aturannya harus ada sertifikat registrasi uji tipe, nah waktu itu enggak masalah untuk TNI, tetapi ketika mau dibuat untuk sipil itu pemegang merek itu Toyota berkeberatan,” kata Agus. “Tentu kita harus lihat bagaimana perjanjiannya untuk membuat versi Maung militer ya kan, nah tiba-tiba muncul Maung Garuda yang terbaru,” ucapnya.

Agus pun meminta pemerintah untuk mengungkap sertifikasi Maung yang direncakanan untuk mobil dinas para pejabat. Terlebih, komponen mobil untuk operasional para menteri dan pejabat eselon I itu disebut-sebut hasil produksi SsangYong, dari Korea Selatan.

“Ini masih pakai yang Toyota atau tidak? Kalau tidak kan enggak bisa karena kan SRUT-nya kan enggak keluar, ya kan,” kata Agus. “Kemudian juga apakah sudah ada izin sari Toyota? Ternyata saya dapat info itu beda lagi, mesinnya, katanya SsangYong, itu dari Korea” ucapnya melanjutkan.

Agus pun mengaku khawatir jika Maung Pindad yang digunakan untuk para menteri ternyata tidak murni produksi dalam negeri. Ia lantas menyinggung mobil Timor yang digembar-gemborkan pada era Presiden Soeharto gagal menjadi kendaraan nasional.

“Jadi sebelum itu ditetapkan menjadi mobil pejabat VVIP Indonesia, mohon itu dipenuhi dulu semuanya, jangan kasus Timor berulang, Timor kan cuma mengubah emblemnya saja,” kata Agus.

“Ini saya khawatir kalau ini jadi persoalan kan malu masa VVIP pakai mobil bajakan misalnya, kita belum tahu nih statusnya si Maung Garuda ini dengan mesin apa?,” imbuhnya.

Hidupkan Industri Otomotif  

Sedangkan, Anggota Komisi VI DPR Fraksi PKS, Amin Ak, mendukung Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto menggunakan mobil dinas Maung buatan PT Pindad. Menurutnya, arahan Prabowo kepada kabinetnya memberikan efek ganda yang akan menghidupkan industri otomotif di dalam negeri.

“Bukan hanya setuju, namun menurut saya Presiden sebaiknya mewajibkan para menteri, wakil menteri, dan pejabat setingkat menteri untuk menggunakan mobil Maung Garuda, yang notabene produk buatan anak bangsa dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sudah mencapai 70 persen. Penggunaan Maung Garuda oleh seluruh jajaran pejabat di lingkungan pemerintah akan memberikan multiplier effect atau efek berganda karena akan menghidupkan industri komponen dalam negeri,” kata Amin.

Selain itu, Amin menilai penggunaan Maung sebagai mobil dinas menteri hingga kepala badan juga bisa menghemat keuangan negara.

Dengan harga Rp 1,2 miliar, Maung dinilai masih di bawah harga Toyota Alphard atau mobil sekelasnya yang harganya berkisar Rp 1,47 miliar hingga Rp 1,8 miliar per unit.

“Ini harus menjadi momentum untuk mewujudkan kemandirian bangsa, diawali dari industri otomotif. Ribuan komponen dalam sebuah produk otomotif tentu akan mendorong penciptaan lapangan kerja di dalam negeri,” ujarnya seperti dilansir dari detiknews

Namun PT Pindad sebagai produsen Maung, menurut Amin, harus berbenah, tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, namun juga menyiapkan layanan purnajualnya. Baik layanan bengkel yang mumpuni maupun ketersediaan suku cadangnya, bahkan kalau perlu, khusus untuk mobil pejabat, Pindad perlu menyediakan layanan purnajual di sejumlah lokasi di Jakarta.

“Jika proyek ini berhasil, maka tidak tertutup kemungkinan pejabat lainnya, baik eselon di kementerian, lembaga nonkementerian, TNI, dan Polri juga kemudian menggunakan produk BUMN tersebut. Hal ini bisa menjadi cikal bakal lahirnya mobil nasional jika kemudian PT Pindad mampu memenuhi kebutuhan lainnya, pada tipe-tipe lainnya,” ucap Amin.

Amin mencontohkan, Jerman juga pernah mewajibkan penggunaan produk dalam negeri mereka, yakni Volkswagen (VW), untuk para pejabat pemerintahan. India juga pernah mewajibkan penggunaan mobil Fiat untuk mendukung industri dalam negeri mereka.

“Tapi hal ini harus ada visi berkelanjutan jangan hanya semangat di awal. Lembaga-lembaga pemerintah harus didorong menggunakan mobil produk dalam negeri. Tidak ada yang salah dengan hal itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut belum ada keputusan dari kalangan pejabat yang akan menggunakan mobil dinas Maung. Ia mengatakan pemerintahan Prabowo masih menyesuaikan dengan kapasitas produksi.

Mobil dinas Maung yang akan dipakai para menteri-menteri ini kedepannya akan menggunakan skema beli bukan sewa.

Oleh karena itu, kendaraan dinas itu akan menjadi investasi negara. Sementara soal kendaraan dinas lama menteri yang sudah digunakan saat ini, akan dipikirkan beriringan nanti.

Istana Kepresidenan sebelumnya menegaskan Prabowo Subianto memberikan arahan kepada seluruh menteri dan pejabat kabinet lain untuk menggunakan mobil dinas Maung buatan PT Pindad. Prabowo disebut memberikan arahan ini dalam retreat beberapa waktu lalu.

“Arahan Pak Prabowo waktu retreat agar seluruh menteri, wakil menteri, dan kepala badan menggunakan mobil dinas Maung buatan Pindad,” kata Kepala Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi.

(cw1/Nusantaraterkini.co)