Nusantaraterkini.co, KARO - Kondisi pasar buah Berastagi di Jalan Gundaling, Kabupaten Karo, Sumatera Utara mengalami penurunan pembeli, pada Selasa (11/11/2025).
Akibatnya sejumlah pedagang terpaksa mengurangi pesanan buah dari produsen utama.
Lisa Sembiring, seorang pedagang buah mengatakan, kondisi tersebut membuatnya mengurangi jumlah pasokan dari petani maupun pemasok besar.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemesanan yang sebelumnya bisa dilakukan hingga tiga kali seminggu kini hanya sekali saja, karena buah yang tidak laku akan cepat rusak dan menyebabkan kerugian.
“Kalau dulu bisa sampai tiga kali kirim seminggu, sekarang paling sekali saja. Buah seperti Mangga atau Stroberi yang sering busuk," katanya kepada Nusantaraterkini.co saat di lokasi.
Baca Juga : Pasar Buah Berastagi Sepi Pembeli Sejak Covid-19
Diterangkan pula olehnya, sejak berakhirnya pandemi Covid-19, jumlah wisatawan domestik dan mancanegara di Pasar Buah Berastagi belum kembali pulih.
Padahal, pasar tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata belanja di Tanah Karo yang ramai dikunjungi wisatawan dari Medan dan daerah lain.
Sebelumnya, aktivitas di Pasar Buah Berastagi, tampak sepi. Sejumlah pedagang mengaku kondisi tersebut telah berlangsung sejak masa pandemi Covid-19 dan belum kembali pulih hingga kini.
Pantauan di lokasi, beberapa lapak buah terlihat kosong pembeli. Begitu juga dengan lapak dagangan lainnya seperti sayuran, baju, dan makanan.
Baca Juga : Toko Buah Mentari jadi Incaran Wisatawan saat Berlibur ke Berastagi
Sejumlah pedagang tampak duduk menunggu pelanggan di tengah suasana pasar yang lengang, sementara beberapa lainnya terlihat melayani segelintir pembeli yang datang.
Ines, salah satu pedagang buah, mengatakan penurunan pembeli sudah terjadi sejak pandemi. Meski masa Covid-19 telah berakhir, kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara belum kembali normal seperti dulu.
“Ya, masa Covid itu mulainya sepi. Inikan weekday biasa sepi memang, tapi dulu kalau hari libur atau weekend bisa ramai, sekarang enggak seramai sebelum Covid,” ujarnya kepada Nusantaraterkini.co di lapaknya.
Pedagang berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat meningkatkan pendapatan ekonomi rakyat. Kata Marlina, guna membantu pedagang buah yang berjualan di daerah wisata seperti Berastagi.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
- pasar buah Berastagi
- pedagang buah Berastagi
- penurunan pembeli Berastagi
- wisatawan Berastagi
- dampak pandemi Covid-19
- ekonomi Karo
- buah Mangga Berastagi
- buah Stroberi Berastagi
- pasar tradisional Sumatera Utara
- penjualan buah Karo
- harga buah Berastagi
- pasar wisata Karo
- dukungan pemerintah pasar buah
- Nusantaraterkini.co
