Insinyur Sumut Dorong Solusi Ilmiah dan Aksi Nyata Atasi Sampah Pra dan Pascabencana
Insinyur Sumut dorong solusi ilmiah & aksi nyata atasi sampah pasca-banjir demi kualitas hidup masyarakat
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Insinyur Sumatera Utara (Sumut) yang tergabung dalam Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Sumut dan Forum Insinyur Muda Persatuan Insinyur Indonesia (FIM PII) Wilayah Sumut menggelar Webinar Diskusi Akademik bertajuk “Sampah Pra dan Pascabencana, Tanggung Jawab Siapa?”, Sabtu (17/1/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini menghadirkan akademisi, praktisi, tenaga kesehatan, hingga perwakilan pemerintah daerah untuk membahas persoalan kompleks pengelolaan sampah sebelum dan setelah bencana, khususnya banjir.
Webinar yang dilaksanakan melalui Zoom ini dimoderatori oleh Amar Azhari Batubara ST, Insinyur Muda PII Sumut, yang memandu diskusi secara sistematis dan interaktif, mulai dari pemaparan materi hingga sesi tanya jawab bersama peserta.
Kegiatan diawali dengan welcoming speech oleh Ir. Muhammad Rizki Fadillah, S.T., Formateur Ketua Forum Insinyur Muda PII Wilayah Sumut.
Baca Juga : Turun Drastis, Sampah Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta Capai 91 Ton
Dalam sambutannya, ia menegaskan, persoalan persampahan pra dan pascabencana merupakan isu nyata dan mendesak yang dihadapi masyarakat Sumatera Utara.
Menurutnya, webinar ini tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan solusi konkret sebagai bentuk tanggung jawab kolektif dalam menangani persoalan sampah, khususnya pascabanjir.
"Peran insinyur, terutama insinyur muda, sangat penting untuk membuktikan bahwa generasi muda tidak apatis terhadap persoalan lingkungan dan kebencanaan,” ujarnya.
Selanjutnya, opening speech disampaikan oleh Dr. Ir. Ahmad Perwira Mulia Tarigan, M.Sc., IPU., Ketua PII Wilayah Sumut.
Ia menekankan, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Ia menegaskan, PII tidak berhenti pada tataran diskusi, tetapi juga berupaya meninggalkan legacy nyata, salah satunya melalui rencana peluncuran buku yang memuat gagasan dan solusi praktis untuk menjawab persoalan kehidupan, termasuk isu lingkungan dan infrastruktur di Sumut.
Baca Juga : Komisi IV DPR Dukung KKP Manfaatkan Sampah Kayu Banjir untuk Energi dan Huntap
Ahmad Perwira juga menyampaikan, PII telah melakukan berbagai aksi nyata dalam penanganan bencana, seperti pembangunan sumur bor di Aceh Tamiang dengan kualitas air terbaik berdasarkan testimoni warga, serta kegiatan pembersihan sedimen pascabanjir.
Keynote speech disampaikan oleh Zaid Perdana Nasution, S.T., M.T., Ph.D., Ketua Program Studi S1 Teknik Lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU). Ia memaparkan, kondisi pascabanjir merupakan situasi yang tidak normal dan memerlukan pendekatan khusus.
Menurutnya, volume sampah pascabanjir meningkat drastis dan didominasi oleh kayu gelondongan, ranting, serta material berat lainnya yang menyulitkan proses pengelolaan.
Kerusakan infrastruktur seperti jalan dan jembatan turut menghambat masuknya alat berat ke lokasi terdampak. Selain itu, trauma masyarakat pascabencana, keterbatasan anggaran, serta risiko munculnya penyakit menular menjadi tantangan serius yang harus dihadapi.
Pada sesi materi pertama, Dr. Adri Huda, S.Si., Tim Pengabdian Masyarakat USU untuk Tanggap Darurat Bencana, memaparkan kondisi eksisting sampah pascabanjir di Tanjung Pura.
Baca Juga : Komisi IV DPR: Kayu Gelondongan Pascabanjir Padang Kategori Sampah Spesifik, Bisa Dimanfaatkan Ekonomi
Ia menyebutkan, sampah pascabanjir telah berkembang menjadi bencana tingkat dua, dengan jenis sampah yang semakin beragam, mulai dari perabot rumah tangga, lumpur, kayu gelondongan dan ranting, material bangunan, hingga pakaian rusak.
Ia menegaskan, lonjakan volume sampah tidak diimbangi dengan kapasitas pengelolaan yang memadai. Jarak tempat pembuangan akhir (TPA) yang jauh membuat masyarakat kebingungan membuang sampah, sementara kualitas udara yang memburuk pada pagi dan sore hari turut memengaruhi aktivitas warga.
Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi masyarakat, meski berada dalam kondisi trauma pascabencana.
Materi kedua disampaikan oleh Tengku Reza Aditya, S.STP., M.AP., Camat Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Ia mengungkapkan tingkat pengelolaan sampah di Kabupaten Langkat masih berada di bawah 40 persen, bahkan hanya sekitar 21 persen yang benar-benar terkelola.
Ia menjelaskan sebelum bencana, tanggul sungai kerap dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam, sementara wilayah Tanjung Pura belum memiliki TPA dan sistem alur air menuju kanal yang memadai.
Kondisi tersebut diperparah oleh krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Oleh karena itu, ia menekankan empat peran utama pemerintah, yakni koordinasi lintas sektor, pengambilan keputusan berbasis wilayah, penghubung antara kabupaten dan desa, serta penggerak partisipasi masyarakat.
Materi ketiga disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Dewi Masyithah Darlin, DAP & E.MPH, Sp.ParK., Guru Besar Fakultas Kedokteran USU. Ia mengulas dampak kesehatan akibat persampahan pascabanjir, khususnya risiko penyakit akibat genangan air dan lumpur yang dapat memperburuk penyakit lama serta memicu munculnya penyakit baru.
Menurutnya, penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tidak hanya menyerang masyarakat terdampak, tetapi juga relawan dan tenaga kesehatan. Selain penanganan medis, ia menekankan pentingnya trauma healing yang harus dilakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah terdampak pascabencana.
Materi keempat disampaikan oleh drg. Sulfia Dewi Rambe, M.H. (Kes.), Ketua Relawan Dunia Eco Enzyme Sumatera Utara. Ia menawarkan eco enzyme sebagai solusi pengelolaan sampah pascabanjir.
Menurutnya, upaya prabencana dapat dilakukan dengan menargetkan setiap rumah tangga memiliki eco enzyme, disertai edukasi agar masyarakat mampu mengelola sampah secara mandiri sebelum maupun setelah bencana.
Baca Juga : Wali Kota Medan Tekankan Kolaborasi dan Percepatan Pengangkutan Sampah Pasca-Banjir
Webinar dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif. Dalam sesi tersebut, Prof. Dr. Ir. Fahmi, S.T., M.Sc., IPM, Dekan Fakultas Teknik USU, menegaskan bahwa tanggung jawab pemerintah dan negara adalah membentuk sistem pengelolaan sampah yang tegas dan berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan, lumpur pascabanjir berpotensi diolah menjadi material, sementara kayu gelondongan seharusnya tidak semata-mata diklaim sebagai aset nasional, melainkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak sebagai bahan bangunan rumah.
Berbagai pandangan kritis dan pertanyaan juga disampaikan oleh peserta dari kalangan akademisi, praktisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum, menjadikan diskusi berlangsung komprehensif dan solutif.
Pada rangkaian akhir kegiatan, Ir. Miduk Hutabarat secara resmi meresmikan peluncuran program PII Sumut dan FIM PII Sumut bertajuk “Ajang Penulisan Buku 2026”.
Program ini menjadi bagian dari komitmen insinyur Sumut dalam membangun budaya literasi, dokumentasi gagasan, serta kontribusi intelektual bagi penyelesaian persoalan nyata di tengah masyarakat, khususnya di bidang lingkungan, kebencanaan, dan infrastruktur.
(*/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALGeger! Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Bungkusan Kain Merah di Tembung
hendra·53 menit yang lalu -
NEWSPastikan Pemenuhan Gizi Sesuai Standar, Kapolres Binjai Audit SPPG di Sendang Rejo
hendra·1 jam yang lalu -
POLITIKSoroti Ranperda Pajak, Fraksi PKS DPRD Medan Minta Pemko Jaga Daya Beli Warga
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PERISTIWADemo DPRD Sumut, KAMMI Soroti Seleksi KPID dan Alokasi Dana Reses
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
POLITIKNusron Wahid Akui Mundur dari Kepengurusan Golkar, Alasan Diserahkan ke Bahlil
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
-
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHotel di Bali Berguguran, DPR Soroti Tiket Mahal hingga Infrastruktur
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 480 Gram Sabu dari Medan ke Aceh, Penumpang Travel Ditangkap
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan