Nusantaraterkini.co, Jakarta - Hingga akhir perdagangan hari ini Rabu (23/7/2025) nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil mempertahankan penguatan ditutup ke level Rp 16.295 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ini membuat nilai tukar rupiah menguat 0,05% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.303 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan hampr seluruh mata uang di Asia.
Hingga 15.00 WIB, hanya baht Thailand yang terlihat melemah terhadap the greenback, setelah turun 0,2%.
Baca Juga : Ketiga Indeks Utama Wall Street Menghijau Membalikkan Kerugian Setelah Pernyataan Donald Trump
Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,45%. Disusul, peso Filipina yang ditutup melesat 0,39%.
Berikutnya, ringgit Malaysia yang naik 0,25%. Lalu ada yen Jepang dan dolar Singapura yang sama-sama terangkat 0,06%
Selanjutnya, rupee India terapresiasi 0,03% dan yuan China terkerek 0,02%. Diikuti, dolar Hongkong yang naik 0,004%.
Baca Juga : IHSG Naik 107,502 Poin ke Level 7.303,519 di Perdagangan Rabu (4/12/2024) Siang Ini
Kemudian, dolar Taiwan berhasil ditutup menguat tipis 0,003% pada perdagangan hari ini.
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Melanjutkan Penguatan Dipicu Sentimen Kesepakatan Tarif Resiprokal Antara AS dengan Beberapa Negara
Berdasarkan analis pasar nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah sentimen kesepakatan tarif resiprokal antara AS dengan beberapa negara, termasuk Indonesia.
Baca Juga : Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp 16.631 di Awal Perdagangan
Berdasarkan Jisdor BI, pada Rabu (23/7) rupiah ditutup di posisi Rp 16.298, menguat tipis 0,06% terhadap dolar AS dibandingkan hari perdagangan sebelumnya.
Sedangkan mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,10% ke level Rp 16.303 per dolar AS pada hari ini.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mencermati, dolar AS kembali terpuruk seiring hari semakin dekat dengan tenggat tarif 1 Agustus.
Ke depan, ia menilai rupiah masih berpotensi menguat tipis, seiring upaya berkelanjutan AS untuk menjalin kesepakatan dagang dengan berbagai negara. Kecuali, Uni Eropa dan China yang diperkirakan akan diperpanjang.
"Kesepakatan yang terlalu dikejar ini, akan masih berdampak negatif terhadap dolar AS," terang Lukman.
Untuk Kamis (24/7), Lukman pun memprediksi rupiah bakal lanjut menguat terbatas dalam kisaran Rp 16.250 - Rp 16.350 per dolar AS
Baca Juga : Harga Emas Antam Naik Lagi, Melesat ke Level Rp1.145.000
(wiwin/nusantaraterkini.co)
