Modifikasi Cuaca, KLH dan BMKG Tebar 800 Kg Garam di Awan Kalteng dan Kalbar
KLH dan BMKG menggelar modifikasi cuaca dengan menebar 800 kg garam di awan Kalteng dan Kalbar untuk mencegah karhutla.
Nusantaraterkini.co, KALBAR-Guna mengantisipasi bahaya kebakaran hutan dan lahan yang mengintai Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) aksi preventif digencarkan lewat Operasi Modifikasi Cuaca, dengan cara menebar 800 Kg garam NaCl di udara, Kamis (3/9/2026).
Bekerja sama dari Posko Udara Supadio di Kubu Raya serta Tjilik Riwut di Palangka Raya, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup memimpin gerakan lintas lembaga ini untuk memancing presipitasi udara dan membasahi area gambut yang rawan.
Aksi penyemaian ini mencerminkan komitmen baru dalam manajemen krisis lingkungan. Fokus utama kini dialihkan pada pencegahan dini yang masif, bukan sekadar respons pemadaman tatkala kobaran api sudah sulit dikendalikan.
Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan KLH/BPLH, Dasrul Chaniago, menegaskan, perlindungan ekosistem harus dikebut jauh sebelum titik api bermunculan dan menjalar di akar rumput.
“Kita memahami bahwa pengendalian nusantaraterkini.co/tag/kebakaran-hutan-dan-lahan" class="article-tag-link" rel="tag">kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan hanya pada saat api telah muncul. Upaya pencegahan harus menjadi prioritas melalui pengelolaan kondisi lingkungan dan peningkatan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya kebakaran,” tegas Dasrul, Kamis (3/9/2026).
Pelaksanaan penyemaian di lapangan berpatokan penuh pada kalkulasi ilmiah kondisi atmosfer. Personel Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) disiagakan guna menganalisis dinamika awan, kelembapan, dan pola angin secara real-time demi menjamin efektivitas target penyemprotan.
Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, memastikan, keakuratan pasokan data cuaca di udara menjadi syarat mutlak dalam keberhasilan misi ini.
“Operasi Modifikasi Cuaca membutuhkan dukungan informasi meteorologi yang akurat dan pemantauan secara terus-menerus. Setiap potensi awan yang memungkinkan untuk dilakukan penyemaian akan dioptimalkan untuk mendukung upaya pengendalian karhutla,” jelas Budi.
Mengandalkan navigasi radar yang presisi, pesawat gabungan KLH/BPLH dan TNI AU langsung meluncur menembus kumpulan awan potensial. Sebanyak 800 kilogram garam NaCl diterbangkan dan ditaburkan pada elevasi 6.000 sampai 7.000 kaki tepat di atas zona rawan.
Dikatakannya, penerapan teknologi yang menyatukan peran BNPB, Kementerian Kehutanan, serta pemda setempat ini menjadi benteng penting pencegahan bencana.
"Hujan buatan yang dihasilkan diharapkan sanggup memadamkan bibit api sekaligus mengembalikan kebasahan gambut demi melindungi warga dari bahaya asap," pungkasnya.
(Akb/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELJob Fair Sumsel Sediakan 2.500 Lowongan, Gubernur Minta Hapus Syarat Batas Usia
Herman Saleh Harahap·19 menit yang lalu -
SUMUTKAI Sumut Tambah Jadwal KA Datuk Blambangan Rute Tebingtinggi–Siantar, Tarif Hanya Rp5 Ribu
Rozie Winata·26 menit yang lalu -
NASIONALPemerintah Pangkas Bunga UMKM Jadi 8 Persen dan Ambil Alih Kebun Ilegal
Herman Saleh Harahap·41 menit yang lalu -
NEWSSoal Penyadapan, Golkar: Jika Terbukti Makar, Tindak Tegas
Herman Saleh Harahap·50 menit yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALJokowi Ditegur Hakim Saat Sidang Kasus Roy Suryo
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALJokowi Hadiri Sidang Soal Ijazah Ditemani Kaesang dan Kahiyang
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMUTSebanyak 1.341 Kejadian Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumut Hingga November
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSPenggerebekan Pesantren Sukoharjo, DPR Minta Penegak Hukum Lebih Profesional
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSAksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan