NUSANTARATERKINI.CO, KARO - Mendengar kata Kabupaten Karo, tentunya masyarakat langsung membayangkan tempat-tempat wisata dengan pemandangan pegunungan.
Ya, hal tersebut memang telah melekat sejak dahulu kala.
Baca Juga : Aek Sipitu Dai, Tujuh Sumber Mata Air Ajaib dan Sakral di Samosir
Namun, Kabupaten Karo tak hanya menjadi tempat wisata saja, belakangan pelaku-pelaku usaha telah membuka lokasi-lokasi kuliner.
Baca Juga : Asam Kumbang Jadi Pilihan Terbaik Menghabiskan Waktu Akhir Pekan
Salah satunya Papadi.

Tempat yang satu ini menjadi pembicaraan hangat warganet khususnya yang sering mampir ke Kabupaten Karo.
Baca Juga : Masakan Khas NTT Paling Populer, Perjalanan Rasa dari Asin hingga Manis
Pasalnya, Papadi yang didirikan Ashadi Jamik Kurniadi, menyajikan menu yang belum pernah ada di Kabupaten Karo yakni, Mie Bangladesh.
Baca Juga : Jelajah Rasa Lombok! Ini 10 Makanan Khas NTB yang Wajib Dicoba
Mie yang satu ini memang cukup dikenal di Kota Medan.
Namun, siapa sangka, Mie Bangladesh ini juga telah hadir di Kabupaten Karo yang menjadi pelengkap wisata-wisata warga net.
Baca Juga : Puncak Arus Balik Minggu Besok: Polda Sumut Kerahkan Tim Urai Macet di Jalur Wisata dan Titik Rawan
Papadi yang hampir setahun ini berdiri berlokasi di Jalan Jamin Ginting, Simpang 3 Masjid Agung, depan SPBU Kabanjahe.
Baca Juga : Waspada: Hujan Lebat dan Petir Landa Sebagian Wilayah Sumut
Untuk di kawasan Berastagi, tak perlu khawatir, Papadi juga ada di Jalan Veteran Berastagi, Sebrang Puskesmas tepatnya samping BRI.
Tentunya Mie Bangladesh di Papadi juga beragam mulai dari toping telur setengah masak hingga campuran seafood.
Tak hanya itu, menu andalan lain juga tersedia seperti Minas atau mie nasi goreng.
Lalu nasi goreng Bangladesh, nasi goreng kampung, nasi perang Papadi, Bihun, Ayam Pecak Papadi.
Tempe Bendoan Papadi, Brokoli Goreng dan beragam Snack yang menjadi pelengkapnya.
Owner, Ashadi Jamik Kurniadi mengatakan bahwa dirinya mendirikan kuliner dengan nama Papadi terinspirasi dari nama panggilan anak.
"Jadi PAPADI terinspirasi dari nama panggilan anak, dan untuk katakter nama PAPADI ini menggambarkan seorang pengusaha papa muda yg memiliki keterampilan yang rapi, serta cakap," ujarnya.
Ashadi juga menuturkan, usaha yang dilakoninya sudah berjalan hampir setahun.
"Kalau ini sudah berjalan hampir setahun. Untuk pengunjung cukup ramai, karena menu serba Bangladesh di sini jarang," pungkasnya.
(*/nusantaraterkini.co)
