nusantaraterkini.co, BINJAI - GS (41) mertua di Langkat yang tega menghabisi nyawa menantunya berinisial FS (28) ternyata kesal dengan perlakuan korban yang kerap kali menganiaya istri dan pecandu narkoba.
Bahkan, korban juga disebut sering melakukan pencurian buah sawit milik PT Serdang Hulu.
Usai menghabisi nyawa menantunya, GS (41) akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Sei Bingai, dan selanjutnya diserahkan ke Polres Binjai guna dilakukan pemeriksaan, Jumat (14/2/2025).
Baca Juga : Mertua Habisi Nyawa Menantu Gegara Tak Terima Dinasehati
Korban berinisial FS (28) tewas dengan luka bacok dipaha kanan serta jari kaki kiri dan kanan, dibagian punggung leher sebelah kanan.
Peristiwa ini terjadi di Dusun I Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat.
Menurut pengakuan warga, korban dan pelaku ternyata tidak memiliki hubungan darah. Pelaku adalah pendatang di Desa Tanjung Gunung.
Baca Juga : Penyelundupan 90 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Pil Ekstasi dari Malaysia Digagalkan Polres Bengkalis
"Pelaku pendatang di kampung ini, karena dia menikah dengan gadis kampung sini. Memangkan sudah biasa kalau orang perantau mencari saudara angkat di tempat tinggal barunya," kata Gursing, seorang warga yang mengaku sudah lama mengenal pelaku dan korban.
Lantas, dari itu pelaku menjadi orang tua angkat istri korban. Selama berumah tangga ternyata korban sering memukuli istrinya. Tidak hanya itu, korban juga ketergantungan narkotika dan sering ketahuan melakukan pencurian sawit milik PT Serdang Hulu.
Baca Juga : Tangkap Tiga Jaringan Pengedar Narkoba di Simalungun, Polisi Amankan Senjata Ilegal
"Aku sering dipukulinya Kila," ucap sang istri mengadu kepada pelaku sembari meneteskan air matanya.
Mendengar hal itu, pelaku mendatangi rumah korban dan mencoba menasehati korban. Namun upaya itu tidak berhasil, korban yang pada saat itu tidak menghiraukan pelaku dan pergi meninggalkan rumah untuk berladang.
Namun ada beberapa barang yang tertinggal di rumah, korban kemudian kembali ke rumahnya. Sesampainya, korban melihat pelaku masih berada di rumahnya.
Pelaku yang tidak putus asa kembali menasehati korban. Dan pada saat itu korban tidak terima dan membanting pintu rumahnya hingga beberapa kali. Reaksi itu memicu emosi pelaku. Korban dihabisi oleh pelaku dengan sebilah parang yang diambilnya dari dapur rumah korban.
Kasat Reskrim Polres Binjai Iptu Rino Heriyanto, membenarkan pelaku sudah menjalani pemeriksaan di polres Binjai.
"Berkasnya sudah dilimpahkan ke Polres. Awalnya pertengkaran karena tidak terima langsung dilakukan penganiayaan sampai meninggal dunia," kata Rino Heriyanto.
(Dra/nusantaraterkini.co).
