Merek Fesyen Sejauh Mata Memandang Terapkan Praktik Sandang Sirkular dalam Desain dan Produksinya
Pendekatan praktik sirkular, atau circularity, di dalam dunia fesyen bertujuan untuk memperpanjang masa pakai, mengurangi limbah, dan menciptakan sist
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Seiring meningkatnya kesadaran publik terhadap pembangunan berkelanjutan, kalangan fesyen Indonesia pun mulai menerapkan praktik sandang sirkular yang ramah lingkungan dalam desain dan produksinya, salah satunya adalah merek tekstil Sejauh Mata Memandang.
Pendekatan praktik sirkular, atau circularity, di dalam dunia fesyen bertujuan untuk memperpanjang masa pakai, mengurangi limbah, dan menciptakan sistem yang memulihkan, bukan merusak. Untuk mewujudkan sandang sirkular, ada lima langkah pendekatan sederhana, yakni praktik 5R, yang terdiri dari praktik Guna Ulang (Reuse), Perbaikan (Repair), Pakai Ulang (Rewear), Jual Kembali (Resell), dan Daur Ulang (Recycle).
Menurut Sejauh Mata Memandang, merek itu menghadirkan kesadaran dan makna untuk menghormati serta merawat hubungan yang berarti antara kehidupan keseharian dan alam di dalam produknya.
Salah satu upayanya adalah memilih bahan baku dalam proses produksinya, dengan memilih bahan alami yang ditanam secara bertanggung jawab dan tidak merusak kesuburan tanah, serta memastikan bahan itu tidak membahayakan lingkungan saat terurai. Sejauh Mata Memandang juga berupaya memperpanjang masa pakai produknya dan mendorong pendaurulangan bahan-bahannya.
Baca Juga : Pesona Fuji Kebanting dengan Davina Karamoy, Saat Mejeng di Acara Fesyen Muslim Malaysia
Praktik sandang sirkular bukan sesuatu yang sejak awal diterapkan oleh Sejauh Mata Memandang. Merek tekstil tersebut mulai belajar tentang pendekatan praktik sirkular pada 2019, saat mereka mengangkat isu sampah plastik di laut Indonesia lewat pameran terdahulunya yang bertajuk "Laut Kita".
Pameran tersebut mengetengahkan pameran lingkungan untuk meningkatkan kesadaran tentang pencemaran plastik dan mengurangi penggunaannya.
Dalam pameran instalasi bertajuk "Pasar Kita" yang digelar merek tersebut di Grand Indonesia, Jakarta, mulai 18 Juli hingga 31 Agustus nanti, kesinambungan dan keharmonisan juga menjadi sorotan.
Sebanyak 90 persen bahan yang digunakan merupakan hasil guna ulang (Reuse) dan daur ulang (Recycle). Panel-panel kayu modular yang sebelumnya telah digunakan dalam berbagai acara merek tersebut kembali dimanfaatkan, sementara kain-kain perca sisa produksi diubah menjadi ornamen dekoratif yang mempercantik suasana.
Setiap motif dari koleksi dalam pameran ini terinspirasi dari penggambaran emosi, kesimbangan alam, dan kemanusiaan yang divisualisasikan melalui bentuk geometris kotak positif-negatif dalam susunan menyerupai kain poleng (kain tradisional khas Bali).
Baca Juga : Jadi Istri Sultan Andara, Gaya Fesyen Nagita Slavina Tak Ketinggalan Tren
Elemen-elemen organik lainnya, seperti ombak laut, awan, bulan, dan matahari, juga hadir sebagai simbol sumber kehidupan sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga alam.
Motif-motif tersebut diaplikasikan di atas kain katun dan kain Tencel dengan teknik cetak saring tangan yang dikerjakan oleh Sejauh Mata Memandang bersama para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Duri, Denpasar, Provinsi Bali, serta teknik batik cap yang dikerjakan oleh mitra-mitra artisan batik di Pekalongan, Provinsi Jawa tengah.
Menurut Chitra Subyakto, pendiri sekaligus direktur kreatif Sejauh Mata Memandang, pameran "Pasar Kita" berperan sebagai wadah kolaborasi dengan mengusung pesan penting dari gotong royong di tengah dampak sektor ekonomi, khususnya bagi para artisan dan pelaku UMKM.
(fer/nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKTolak Wacana Diusung 2 Fraksi di Pilpres 2029, Fernando Emas: Jangan Akali Aturan
Rozie Winata·17 menit yang lalu -
EKONOMIRupiah Dibuka Melemah ke Rp17.920 per Dolar AS, Pasar Cermati Data Inflasi
hendra·20 menit yang lalu -
NASIONALASN Meninggal Saat Latsarmil Komcad, TB Hasanuddin Desak Evaluasi Total SOP Kemenhan
Rozie Winata·40 menit yang lalu -
RELIGIRibuan Warga Palembang Padati Tabligh Akbar dan Maulid Nabi Bersama UAS di Kambang Iwak
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIIHSG Diprediksi Melemah Hari Ini, Analis Ungkap Saham yang Layak Dicermati
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALPolres Padangsidimpuan Gagalkan Penyelundupan 10 Kg Ganja, Satu Pelaku Diringkus
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJohn Herdman Sebut Skuad Garuda Belum Turun dengan Kekuatan Penuh
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIMichael Saylor Peringatkan Sistem Keuangan AS Harus Dibangun Ulang untuk Era AI
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
INTERNASIONALKlaim Miliki Kendali Penuh, Trump Tolak Usulan Bersyarat Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
NEWS VIDEOMartin Hutabarat: Perubahan UUD Penting Dipahami untuk Menentukan Arah Bernegara
Fadli Tara·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan