Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Mengenal Karbohidrat: Jenis, Manfaat, dan Dampaknya bagi Tubuh

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Makanan Karbohidrat. Ilustrasi. (Foto: istimewa).

nusantaraterkini.co, BINJAI - Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi makro yang tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan tubuh. Selain protein dan lemak, nutrisi ini berperan penting sebagai sumber tenaga sekaligus pendukung berbagai fungsi vital organ.

Apa Itu Karbohidrat?

Secara sederhana, karbohidrat adalah senyawa organik yang tersusun dari karbon, hidrogen, dan oksigen. Saat dikonsumsi, karbohidrat akan dipecah menjadi glukosa, yaitu “bahan bakar” utama bagi sel, jaringan, hingga organ tubuh.

Baca Juga : Kenali Nutrisi dan 9 Manfaat Talas bagi Kesehatan Tubuh

Fungsi Karbohidrat untuk Tubuh

Mengapa karbohidrat begitu penting? Berikut beberapa perannya:

Penyedia Energi: Glukosa hasil pemecahan karbohidrat menjadi sumber energi utama bagi otak, otot, serta sistem saraf.

Baca Juga : Dampak Buruk Bagi Anak yang Terlalu Banyak Makan Manis dan Karbohidrat 

Cadangan Tenaga: Saat glukosa berlebih, tubuh akan menyimpannya dalam bentuk glikogen di hati dan otot.

Menjaga Fungsi Otak: Otak sangat bergantung pada glukosa. Kekurangan asupan karbohidrat bisa membuat konsentrasi menurun dan daya pikir melambat.

Mendukung Pencernaan: Serat, yang termasuk dalam karbohidrat kompleks, berperan besar dalam menjaga kesehatan usus dan mencegah sembelit.

Baca Juga : Materi Keamanan Pangan Masuk Kurikulum Sekolah, Komisi IX: Fokus Dulu Kualitas SDM yang Olah MBG

Struktur Sel: Karbohidrat juga ikut berperan dalam pembentukan DNA, RNA, dan molekul penting lainnya.

Kementerian Kesehatan RI juga menekankan bahwa cukupnya asupan karbohidrat sangat membantu menjaga stamina harian sekaligus mencegah tubuh cepat lelah.

Jenis-Jenis Karbohidrat

Secara umum, karbohidrat terbagi menjadi dua kategori:

1. Karbohidrat Sederhana

Terdiri dari gula sederhana, seperti glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Sumbernya antara lain buah-buahan, madu, hingga makanan olahan seperti permen dan minuman manis.

2. Karbohidrat Kompleks

Memiliki rantai gula yang lebih panjang, contohnya pati dan serat. Bisa diperoleh dari beras merah, oat, sayuran, serta kacang-kacangan. Jenis ini lebih direkomendasikan karena dicerna perlahan sehingga energi yang dihasilkan lebih stabil dan tahan lama.

Sumber Karbohidrat yang Disarankan

Pilihlah karbohidrat dari bahan alami dan minim proses, seperti:

Biji-bijian utuh: beras merah, quinoa, gandum utuh, oatmeal.

Sayuran: bayam, brokoli, wortel, ubi jalar.

Buah-buahan: apel, jeruk, pisang, stroberi.

Kacang-kacangan dan biji: lentil, buncis, almond, chia seed.

Sebaiknya kurangi konsumsi karbohidrat olahan, misalnya nasi putih, roti putih, kue manis, dan minuman bersoda karena cenderung tinggi gula tambahan.

Dampak Kekurangan Karbohidrat

Jika asupan karbohidrat terlalu rendah, tubuh bisa mengalami:

Lemas dan mudah lelah karena kekurangan energi.

Sakit kepala akibat otak tidak mendapat pasokan glukosa cukup.

Gangguan pencernaan karena kurang serat.

Penyusutan massa otot ketika tubuh mulai memecah protein otot untuk energi.

Rekomendasi Asupan Harian

Menurut panduan gizi, sekitar 45–65% dari total kalori harian sebaiknya berasal dari karbohidrat.

Contoh: kebutuhan kalori 2000 kkal per hari setara dengan 225–325 gram karbohidrat. Jumlah pastinya bisa berbeda tergantung usia, jenis kelamin, aktivitas, dan kondisi kesehatan.

Tips Memilih Karbohidrat yang Sehat

Utamakan karbohidrat kompleks dari biji-bijian, sayur, dan buah.

Baca label nutrisi sebelum membeli produk makanan.

Kurangi gula tambahan.

Penuhi kebutuhan serat (25–30 gram per hari).

Konsumsi bersama protein dan lemak sehat agar kadar gula darah lebih stabil.

Bagaimana dengan Diet Rendah Karbohidrat?

Banyak orang yang sedang menurunkan berat badan mencoba diet rendah karbohidrat, dengan asupan sekitar 25–150 gram per hari. Diet ini umumnya aman dilakukan, namun berisiko membuat asupan serat berkurang sehingga bisa memicu sembelit dan kekurangan gizi tertentu.

Sebelum menjalani pola makan rendah karbohidrat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi agar tetap seimbang dan sesuai kebutuhan tubuh Anda.

(Dra/nusantaraterkini.co).