Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Masyarakat Desa Sukadame Terisolasi Akibat Longsor, Akses Jalan Tertutup

Editor :  Fadli Tara
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Longsor terjadi Desa Sukadame mengakibatkan masyarakat terisolasi. Sumber: Istimewa
Nusantaraterkini.co, Dairi - Warga Desa Sukadame di Kabupaten Dairi mengalami kesulitan setelah desa mereka terisolasi akibat longsor yang terjadi pada 17 Oktober 2024.


Tanah longsor tersebut menutup akses utama yang menghubungkan desa mereka dengan wilayah lainnya, membuat masyarakat tidak bisa beraktivitas keluar dari desa.


"Sudah beberapa hari kami tidak bisa keluar dari desa. Semua akses tertutup, dan kami harus bergantung pada persediaan yang ada," ujar Rima masyarakat kepada Nusantara terkini melalui WhatsApp messenger Senin (21/10/2024).


Menurut laporan, upaya pembersihan jalur longsor sudah mulai dilakukan. 

Baca Juga : Kisah Haru dan Hangat Penyintas Tanah Bergerak Desa Tandihat Tapsel Jalani Buka Puasa Perdana di Huntara


“Satu unit alat berat dari BPBD diturunkan pada Kamis (17/10/2024) untuk membantu membersihkan jalur," kata Charles usai kunjungan. 


Namun, cuaca yang masih kurang bersahabat menjadi tantangan besar. Curah hujan yang tinggi menyebabkan longsor susulan di beberapa titik, sehingga proses pembersihan jalan belum dapat diselesaikan dengan cepat.


Pj. Bupati Dairi beserta rombongan, termasuk Kapolres Dairi, bahkan harus bermalam di rumah warga setelah longsor susulan di Desa Lau Kidupen menutup akses jalan. Mereka baru dapat kembali ke Sidikalang pada Kamis (17/10/2024).

Baca Juga : Gema Sahur di Bawah Tenda Darurat: Air Mata dan Kerinduan Penyintas Tapsel yang Kehilangan Rumah


Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan sosial (Bansos) kepada warga yang terisolasi. Bantuan berupa 100 paket bahan kebutuhan pokok diberikan kepada korban longsor di beberapa dusun seperti Dusun Sigebang, Dusun Pinem, Dusun Pamah, dan Dusun Juma Batu.


Dalam kunjungannya, Pj. Bupati berharap agar seluruh masyarakat tetap berhati-hati jika melewati jalan-jalan yang berpotensi longsor.


 "Karena curah hujan saat ini yang cukup tinggi, masyarakat harus tetap waspada dan berhati-hati," tambahnya.

Baca Juga : Potensi Hujan Meningkat, BMKG Imbau Masyarakat Sumsel Waspadai Bencana Hidrometeorologi dan Banjir Rob


Pj. Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Saut Maruli Sinaga, Kepala BPBD, Hotmaida Butar-butar, serta Camat Tanah Pinem Jonathan Ginting selama kunjungan mereka ke lokasi.


Hingga kini, warga berharap akses jalan bisa segera dibuka, karena kebutuhan pokok mereka mulai menipis.


Warga juga berharap agar kondisi cuaca membaik dan tidak ada lagi longsor susulan yang dapat memperburuk keadaan.

Baca Juga : DPR Dukung Gunung Slamet Jadi Taman Nasional, Alih Fungsi Hutan Dinilai Picu Banjir dan Longsor

(cw9/Nusantaraterkini.co)