Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Viral MBG Tercemar Ada Cacing dan Ulat, SMKN 1 Sei Rempah Desak Evaluasi SPPG

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, SERDANGBEDAGAI – Video yang memperlihatkan temuan cacing dan ulat pada menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai, ramai diperbincangkan di media sosial sejak Januari 2026. Pihak sekolah memastikan peristiwa tersebut benar terjadi di lingkungan mereka.

Video itu diunggah melalui akun Facebook Yunita Elmida, yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Saat dikonfirmasi pada Rabu (25/2/2026), Yunita membenarkan bahwa temuan tersebut terjadi dalam dua waktu berbeda.

Baca Juga : “Jangan Singkong Terus, Dong!” Curhat Ibu-ibu Petani Purwakarta ke Waka BGN soal Menu MBG

Insiden pertama terjadi ketika siswa menemukan cacing hidup di dalam nasi yang dibagikan. Pihak sekolah langsung menghubungi penyedia MBG, yakni SPPG Sei Rampah. Namun, menurut Yunita, pihak penyedia hanya menyarankan agar makanan dikembalikan melalui sopir pengantar tanpa adanya penggantian.

Baca Juga : Prabowo: Program Makan Bergizi Gratis Kini Jangkau 60 Juta Rakyat Indonesia

Akibatnya, satu kelas siswa memilih tidak mengonsumsi makanan tersebut.

Beberapa hari kemudian, temuan serupa kembali terjadi. Kali ini, siswa mendapati ulat dalam kondisi mati pada menu MBG di hari berbeda. Kejadian tersebut didokumentasikan sebagai bahan evaluasi dan dilaporkan kepada pihak terkait.

Baca Juga : Bocah Raya Tewas karena Infeksi Cacing, Komisi IX: Lemahnya Akses Kesehatan di Perdesaan

“Sudah dua kali ditemukan. Kami unggah agar ada perhatian dan perbaikan,” ujar Yunita.

Baca Juga : Atlet Inggris Marah-marah Pasca Penemuan Cacing di Makanan Katering Olimpiade Paris 2024

Yunita juga mengungkapkan bahwa seseorang yang mengaku sebagai Kepala SPPG Sei Rampah sempat meminta agar video tersebut dihapus. Namun, pihak sekolah menegaskan bahwa perbaikan nyata harus dilakukan terlebih dahulu sebelum penghapusan dilakukan.

Saat ini, SMKN 1 Sei Rampah menerima distribusi MBG untuk 832 siswa dan 55 guru, dengan total 887 penerima manfaat dari SPPG Sei Rampah. Sebelumnya, sekolah mendapatkan distribusi dari SPPG Sei Rejo dan tidak pernah menemukan persoalan serupa. Namun, kebijakan pemerataan distribusi membuat penyaluran dialihkan.

Baca Juga : Ditinggal Beli Takjil, Sepeda Motor Penjaga Toko Lenyap Digasak Maling

Sebagai langkah antisipasi, sekolah kini mengimbau siswa untuk memeriksa makanan sebelum dikonsumsi serta memperketat pengawasan guru saat pembagian berlangsung. Selain itu, pihak sekolah meminta Satuan Tugas dan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Serdangbedagai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar kebersihan dan pengelolaan dapur SPPG.

Baca Juga : DPR Soroti Penetapan Tersangka Guru Honorer: Jaksa Harus Pahami Semangat KUHP Baru

Sementara itu, Kepala SPPG Sei Rampah, Rico Hartono Hutagaol, pada Rabu (25/2/2026) mengakui adanya kelalaian di pihak dapur pada kejadian Januari lalu. Ia menyampaikan permohonan maaf dan memastikan evaluasi internal telah dilakukan.

“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas dan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

(Dra/nusantaraterkini.co)