Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kisah Haru dan Hangat Penyintas Tanah Bergerak Desa Tandihat Tapsel Jalani Buka Puasa Perdana di Huntara

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Keluarga penyintas bencana, Verawati bersama suami dan anak-anaknya warga Desa Tandihat berbuka puasa ramadan perdana 1447 Hijriyah di Huntara Simarpinggan, Tapanuli Selatan. (Foto: dok nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, TAPSEL - Sejumlah korban bencana alam tanah bergerak di Desa Tandihat, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, tidak ada pilihan lain selain berbuka puasa pertama di hunian sementara (huntara), Kelurahan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan pada awal Ramadan 1447 H, Kamis (19/2/2026). 

Sebelum berbuka, tampak warga secara bersama-sama menyiapkan makanan dari dapur umum dan ada yang memasak sendiri di huntara yang disediakan pemerintah. 

Baca Juga : Tanah Bergeser, Desa Tandihat Tapsel Terancam Jadi Perkampungan Mati

Diketahui, sebanyak 186 kepala keluarga (KK) yang berasal dari Desa Tandihat terpaksa direlokasi ke huntara karena tempat tinggal mereka rusak dan masuk kategori zona merah lantaran ancaman tanah bergerak terus menghantui.

Baca Juga : Sahur Perdana di Pengungsian Tapsel, Korban Banjir Bandang Hanya Santap Mie Instan

Saat ini pemerintah telah membangun Huntara Simarpinggan sebanyak 200 unit dengan sejumlah fasilitas seperti toilet umum, dapur umum, mushalla, kantor kepala desa, kantor PKK dan juga Sekolah Dasar No 100207 Desa Tandihat .

Kondisi penyintas saat ini lebih memilih memasak untuk keluarganya masing-masing, ada yang menghangatkan daging dari sisa sahur dan ada pula yang memasak lauk lainnya secara mandiri untuk keluarga mereka. 

Verawati, penyintas dari Desa Tandihat mengaku, memasak kesukaan anaknya seperti telur, rendang serta beberapa menu makanan lainnya untuk disantap berbuka puasa dengan suca cita dan kehangatan. 

Sedangkan, Dalimunthe yang rumahnya tepat disimpang SD Tandihat sempat was-was, karena selama dua bulan lebih berada di tempat pengungsian yang masih serba darurat, tapi huntara ini semua fasilitas ada dan tersedia, ungkapnya sambil ceria.

(Tim/nusantaraterkini.co)