Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Nilai tukar rupiah memulai perdagangan Kamis (26/2/2026) dengan tren positif. Di pasar spot, mata uang Garuda dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.15 WIB, rupiah berada di level Rp16.749 per dolar AS atau terapresiasi 0,30% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp16.800 per dolar AS.
Pada perdagangan Rabu (25/2/2026), rupiah di pasar spot memang sudah menunjukkan penguatan 0,17% secara harian ke Rp16.800 per dolar AS. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis Bank Indonesia tercatat menguat 0,10% ke level Rp16.813 per dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Terseret Isu Geopolitik, Dibuka Melemah ke Rp16.832 per Dolar AS
Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah kali ini dipengaruhi sentimen risk on di pasar global serta masuknya aliran dana asing (capital inflow) ke pasar ekuitas domestik.
Di sisi eksternal, indeks dolar AS terpantau melemah setelah pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menegaskan belum akan mengubah kebijakan tarif perdagangan. Pernyataan tersebut meredakan sebagian kekhawatiran pelaku pasar.
Meski demikian, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih berpotensi bergerak terbatas.
Baca Juga : Rupiah Terkoreksi ke Rp16.835 per Dolar AS, Pasar Nantikan Sentimen Global dan APBN
“Rupiah kemungkinan akan bergerak konsolidatif seiring pelaku pasar menunggu perkembangan perundingan nuklir antara AS dan Iran,” ujarnya.
Pandangan senada disampaikan pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi. Ia menyoroti proyeksi lembaga pemeringkat global Moody's yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi riil Indonesia dapat bertahan di kisaran 5% dalam beberapa tahun mendatang.
Menurutnya, proyeksi tersebut mampu menjaga kepercayaan investor, khususnya terhadap surat utang pemerintah Indonesia.
Baca Juga : Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp 16.735 per Dolar AS pada Jumat (21/11/2025)
Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp16.800–Rp16.830 per dolar AS. Sementara Lukman memproyeksikan kisaran yang lebih lebar, yakni Rp16.750–Rp16.900 per dolar AS.
(Dra/nusantaraterkini.co).
