Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Dolar Melemah Usai Pidato Trump, Rupiah Dibuka Naik 0,30%

Rupiah dibuka menguat ke Rp16.749 per dolar AS. Sentimen risk on dan inflow asing menopang pergerakan mata uang hari ini.

Seorang karyawan menghitung rupiah yang ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer. (Foto: istimewa).
Seorang karyawan menghitung rupiah yang ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer. (Foto: istimewa).
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Nilai tukar memulai perdagangan Kamis (26/2/2026) dengan tren positif. Di pasar spot, mata uang Garuda dibuka menguat terhadap Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.15 WIB, berada di level Rp16.749 per AS atau terapresiasi 0,30% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp16.800 per dolar AS.

Pada perdagangan Rabu (25/2/2026), rupiah di pasar spot memang sudah menunjukkan penguatan 0,17% secara harian ke Rp16.800 per dolar AS. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis Bank Indonesia tercatat menguat 0,10% ke level Rp16.813 per dolar AS.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah kali ini dipengaruhi sentimen risk on di pasar global serta masuknya aliran (capital inflow) ke pasar ekuitas domestik.

Di sisi eksternal, indeks dolar AS terpantau melemah setelah pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menegaskan belum akan mengubah kebijakan tarif perdagangan. Pernyataan tersebut meredakan sebagian kekhawatiran pelaku pasar.

Meski demikian, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih berpotensi bergerak terbatas.

“Rupiah kemungkinan akan bergerak konsolidatif seiring pelaku pasar menunggu perkembangan perundingan nuklir antara AS dan Iran,” ujarnya.

Pandangan senada disampaikan pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi. Ia menyoroti proyeksi lembaga pemeringkat global Moody's yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi riil Indonesia dapat bertahan di kisaran 5% dalam beberapa tahun mendatang.

Menurutnya, proyeksi tersebut mampu menjaga kepercayaan investor, khususnya terhadap surat utang pemerintah Indonesia.

Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp16.800–Rp16.830 per dolar AS. Sementara Lukman memproyeksikan kisaran yang lebih lebar, yakni Rp16.750–Rp16.900 per dolar AS.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru