Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Macet Panjang Buntut Bongkar Muat di Tanjung Priok, DPR Minta Pelindo Berbenah

Editor:  hendra
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Lasarus (Foto: dok.DPR)

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Komisi V DPR angkat bicara perihal macet panjang buntut bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok. Komisi V DPR pun meminta Pelindo berbenah agar peristiwa serupa tak terulang.

"Menurut saya ini kembali kepada pengaturan, harusnya Pelindo lebih bijak dalam mengatur ini. Menurut saya ada sistem yang harus diperbaiki oleh Pelindo ini. Di saat (gate) rusak masak harus berantakan seperti itu. Harusnya Pelindo bisa lebih profesional mengelola pelabuhan itu yang notabenenya kan sekarang hampir berada di tengah-tengah kota itu," kata Ketua Komisi V DPR Lasarus, Sabtu (19/4/2025).

Politikus PDIP ini kemudian mengungkit alasan Pelindo bahwa kemacetan panjang terjadi lantaran adanya tiga kapal sandar yang bongkar muat dalam waktu bersamaan. Menurutnya, hal itu semestinya diatur dengan tepat sehingga tidak terjadi.

Baca Juga : Berebut Warisan, Adik Aniaya Kakak Kandung Pakai Kapak

"Terkait dengan bongkar muat tiga kapal bersamaan itu kan bisa diatur. Kan dulu bisa ditumpuk di penumpukan kontainer kan tidak harus jalanan macet. Nah ini kan keluar nggak bisa cepat juga dipaksakan keluar kan. Jadi kembali pada pengaturan kalau menurut saya," tegas legislator dapil Kalbar ini.

Diketahui, kemacetan horor terjadi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (17/4) kemarin. Pihak Pelindo menjelaskan penyebab kemacetan karena adanya bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok.

Executive Director Regional 2 PT Pelindo, Drajat Sulistyo mengatakan terjadi penambahan volume bongkar muat di pelabuhan New Priok Container Terminal (NCPT) 1. Peningkatan bongkar muat itu terjadi karena ada tiga kapal yang berlabuh di luar jadwal seharusnya.

Baca Juga : Lerai Tawuran, Remaja di Tanjung Priok Jadi Korban Pembacokan

"Peningkatan volume ini didominasi di satu terminal yaitu namanya NPCT 1, NPCT 1 ini kedatangan kapal yang seharusnya kapal ini sudah datang satu minggu lalu," ucap Drajat di Kantor KSOP Tanjung Priok.

(cw1/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Banjir Pantura Lumpuhkan Perjalanan KA, DPR Kritik Lemahnya Antisipasi Cuaca Ekstrem