Banjir Pantura Lumpuhkan Perjalanan KA, DPR Kritik Lemahnya Antisipasi Cuaca Ekstrem
Banjir Pekalongan lumpuhkan KA Pantura. DPR tuntut solusi permanen hadapi cuaca ekstrem yang rugikan logistik
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Banjir yang kembali merendam rel kereta api petak Pekalongan–Sragi hingga memaksa ratusan perjalanan KA dibatalkan dinilai sebagai bukti lemahnya daya tahan infrastruktur transportasi nasional.
Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda menegaskan, berulangnya gangguan di jalur vital Pantura menandakan kegagalan negara dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang kian intens dan tidak lagi bisa ditangani dengan solusi tambal sulam.
“Kejadian di Pekalongan adalah peringatan serius bagi kita semua. Pemerintah harus segera merumuskan strategi perbaikan infrastruktur kereta api agar kejadian serupa tidak terus berulang,” katanya, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga : Imbas Banjir Jakarta–Pekalongan, KAI Batalkan 82 Perjalanan dan 8.615 Tiket
Ia mengungkapkan, hingga Senin (19/1/2026), sebanyak 108 perjalanan kereta api yang melintasi jalur utara Jawa Tengah dibatalkan akibat banjir. Selain itu, 31 perjalanan KA dialihkan melalui jalur selatan, sementara 76 perjalanan lainnya mengalami keterlambatan dengan rata-rata mencapai 240 menit.
Menurut Huda, gangguan tersebut juga berdampak pada kerugian finansial PT KAI karena harus mengembalikan biaya tiket penumpang hingga miliaran rupiah. Ia menegaskan, terganggunya perjalanan kereta api akibat banjir bukanlah kejadian pertama.
Baca Juga : Viral! Pengantin di Pekalongan Terobos Banjir Naik Perahu Karet Menuju Pelaminan
Sebelumnya, banjir juga merendam rel kereta api di Grobogan pada awal 2025 serta di wilayah Semarang pada Oktober 2025. Huda menilai, kondisi cuaca ekstrem yang kerap memicu banjir di kawasan Pantura berpotensi membuat gangguan serupa semakin sering terjadi.
Politikus PKB itu menekankan perlunya kajian mendalam dan solusi permanen, seperti peninggian elevasi rel, pembangunan sistem drainase, hingga sabuk hijau di sekitar jalur yang rawan banjir.
Menurutnya, peninggian rel di atas titik banjir tertinggi menjadi langkah paling mendesak untuk menjaga kelancaran transportasi dan logistik nasional.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLAHead to Head FIFA ASEAN Cup 2026: Rekor Pertemuan dan Duel Sengit Indonesia vs Thailand
Rozie Winata·56 menit yang lalu -
EKONOMIHarga Pangan Global Melonjak ke Level Tertinggi dalam Empat Tahun Akibat Gangguan Logistik dan Cuaca
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMUTGangguan Kamtib KA di Sumut Turun 75 Persen, KAI Ajak Warga Jaga Jalur Rel
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
OLAHRAGAIndonesia Peringkat 15 Klasemen Medali Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
-
SUMATERA TERKINIDentuman Gandang Tambua Tandai Pembukaan HUT ke-81 Pasaman
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
-
-
SUMATERA TERKINIBupati dan Wabup Pasbar Pantau Pemilihan Wali Nagari
Herman Saleh Harahap·11 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan