Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) MPR mendukung penuh lawatan perdana Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri, sebagai bagian dari pelaksanaan diplomasi politik luar negeri Indonesia yang Bebas dan Aktif.
Sebagaimana dilandasi oleh semangat yang termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan dunia dan perdamaian abadi.
Baca Juga : Nyatakan Perang Terhadap Sampah, TNI Bergerak Serentak Bersihkan Lingkungan
“Kunjungan Presiden Prabowo ke China bertemu Xi Jinping, lalu ke Amerika Serikat bertemu Presiden Joe Biden dan berkomunikasi dengan Presiden AS terpilih Donald Trump ini luar biasa loh, dan ini jadi bagian dari pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif yang nyata," tegas Ketua Fraksi PKB MPR Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, Selasa (12/11/2024).
Baca Juga : Presiden Prabowo Dijadwalkan Lantik Pengganti Thomas Djiwandono Hari Ini
Lebih lanjut Wakil Sekjen DPP PKB ini menyebutkan, bahwa China dan Amerika Serikat adalah dua negara yang memiliki pengaruh di dunia, dan pemimpin bangsa Indonesia telah menunjukkan ke dunia bahwa Kita bisa berkomunikasi baik dengan keduanya.
Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia juga tengah mempertahankan posisinya sebagai negara Non Blok yang tegas ditengah masalah geopolitik dan ekonomi dunia saat ini.
Baca Juga : DPR Dukung Rencana Indonesia Gabung BRICS
“Saya kira Presiden Prabowo tidak hanya membawa misi kerjasama ekonomi saja dengan melakukan kunjungan ke China, Amerika Serikat, lalu hadir di KTT APEC, G-20 dan ke Inggris, tapi juga membawa misi strategis lainnya, seperti politik dan keamanan demi perdamaian dunia,” ujarnya.
Baca Juga : Prabowo Pastikan Aspirasi Rakyat Didengar: DPR akan Cabut Tunjangan dan Moratorium Kunjungan Luar Negeri
Fraksi PKB MPR juga berharap, agar kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri ini bisa membawa pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Karena itu, semua perjanjian kerjasama atau MoU yang telah ditandatangani oleh para menteri bisa dilaksanakan segera.
(cw1/Nusantaraterkini.co)
