LaNyalla Minta Ekspor Produk Olahan Ikan Digenjot Dampak Harga Ikan di Jatim Anjlok
Nusantaraterkini.co, JEMBER - Ketua DPD RI AA LaNyalla meminta ekspor produk olahan ikan digenjot. Itu ia katakan mengingat harga ikan di Jawa Timur (Jatim) anjlok.
Di mana sejak dua bulan terakhir, nelayan yang berada di Pelabuhan Muncar, Banyuwangi mengeluhkan harga ikan yang anjlok sampai Rp 4 ribu per kilogram.
Baca Juga : Prabowo Targetkan 5.000 Desa Nelayan, Siap Bangun Pabrik Es hingga Akses Ekspor Langsung
Kemungkinan itu dikarenakan kondisi panen raya ikan di Muncar.
AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memberikan dua solusi saat dirinya kunjungan kerja (Kunker) di Jatim. Dua solusi yang dimaksud yakni solusi jangka pendek dan panjang.
Ia merincikan untuk jangka pendek, pihaknya meminta Provinsi Jawa Timur dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan memperbanyak cold storange. Sedangkan untuk jangka panjang perlu penambahan peluang ekspor produk olahan ikan.
Baca Juga : Bagaimana Nasib Ekspor Ikan Indonesia saat Ekonomi Jepang Ambruk?
"Jalan keluar sementara dengan cold storage, tetapi tidak bisa berlama-lama juga. Sesegera mungkin menambah market ekspor baik ikan mentah maupun produk olahan ikan," katanya, Kamis (11/1/2024).
Panen raya ikan, katanya, tidak dapat dihindari mengingat kondisinya terus berulang. Hal itu mengakibatkan nelayan akan terus mengalami kasus yang sama apabila dibiarkan.
Alhasil, perekonomian nelayan dan masyarakat pesisir akan terganggu.
Baca Juga : Guru Telanjangi 27 Siswa, DPR: Jangan Cuma Mutasi, Pecat dan Proses Hukum
"Bagaimana caranya agar panen raya yang selama ini berdampak penurunan pendapatan nelayan, diubah menjadi peningkatan ekonomi para nelayan, ini yang harus dipikirkan," ujar LaNyalla.
Untuk itu, Ketua DPD RI AA LaNyalla menilai langkah yang lebih tepat dilakukan yakni menumbuhkan industri pengolahan ikan, industri pangan berbahan dasar ikan dan juga industri rumahan pengolahan ikan yang khusus menampung panen ikan.
"Pemerintah harus hadir di situ. Beri insentif. Kemudahan dan skema-skema lain, termasuk pembiayaan perbankan. Juga pelatihan industri olah Ikan skala rumahan. Sehingga para istri nelayan bisa diberi pelatihan tersebut. Libatkan semua stakeholder, mulai dari pemerintah, dinas terkait, hingga pengusaha di KADIN,” aku dewan penasehat KADIN Jatim itu.
Baca Juga : BI Ditantang Serius Wujudkan Tapal Kuda Basis Ekonomi Masa Depan
Setelah itu, sambungnya, perlu disiapkan pasar yang cukup keluar Jatim, antar provinsi dan serius menambah peluang ekspor produk olahan ikan bekerjasama dengan BUMN dan kedutaan di mancanegara.
(Akb/nusantaraterkini.co)
