Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kualifikasi Rekrutmen KAI Tinggi, IPK Jadi Sorotan, Gaji Hingga Rp 35 Juta

Kualifikasi Rekrutmen program Management Trainee (MT) PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang tinggi menjadi sorotan masyarakat.

Bagikan:
EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji (kiri) dan Vice President Public Relations KAI, Joni Martinus (kanan) saat media gathering PT KAI di Jakarta, Senin (22/4/2024). Foto: Akbar Maulana/kumparan
EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji (kiri) dan Vice President Public Relations KAI, Joni Martinus (kanan) saat media gathering PT KAI di Jakarta, Senin (22/4/2024). Foto: Akbar Maulana/kumparan
A A

nusantaraterkini.co, JAKARTA - program Management Trainee (MT) PT Kereta Api Indonesia () yang menjadi masyarakat. 

Bahkan, beberapa syarat juga jadi sorotan, salah satunya adalah  minimal 3,5 dan TOEFL 500.

Dengan kualifikasi tinggi ini, yang ditawarkan juga tidak kecil. Pekerja yang diterima bisa mendapat gaji sekitar Rp 25-35 juta per bulan. Namun gaji itu bukan serta merta untuk yang baru diterima. Gaji itu didapat ketika karyawan yang lulus program MT telah sampai pada level jabatan manajerial.

"Kalau untuk level manajer saja range-nya sekitar Rp 25-35 juta. Itu untuk di level manajerial," kata Vice President Public Relations , Joni Martinus saat media gathering di Jakarta, Senin (22/4/24).

Lebih rinci, EVP Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji menjelaskan jenjang karier peserta sampai bisa mencapai jabatan dengan tersebut.

"Jadi intinya gini, kita itu kan ada yang BOD, Board of Director, bawahnya (ada) BOD-1, BOD-2, ya kan, level manajerial, mid manajerial, management, kemudian di bawah baru yang operasional supervisor, paling rendah supervisor. Ya kalau range gaji saya pikir ya masih sesuai lah," jelas Agus

Untuk mendapatkan gaji sebesar itu, pegawai perlu mengikuti jenjang karier (career path), dimulai dari tingkat karyawan pada divisi-divisi yang ditentukan. Lalu pegawai akan mengikuti serangkaian pendidikan untuk mengembangkan kompetensinya. Jabatan bisa naik setelah ada peningkatan kompetensi.

"Tergantung dari path-nya. Nanti biasanya pertama jadi karyawan nanti pasti dia jadi pelaksana dulu kan, gak bisa dia langsung. (Perlu) pendidikan, pendidikan, pendidikan, kemudian nanti dia tergantung career path-nya tadi, apakah dia nanti langsung disebut level-nya supervisor atau ditanya itu tergantung nanti profesi masing-masing itu yang ada," kata dia.

Untuk mencapai jabatan tertinggi dari program MT dan mendapat gaji Rp 25-35 juta itu, butuh waktu yang menurutnya tak lama. 

"Maybe 3-5 tahun. Sebenarnya tergantung career path-nya ya. Top-nya pasti nanti ya di eksekutif," tegasnya.

Setiap karyawan yang naik jabatan akan dilihat dari Key Performace Indicator (KPI) perusahaan. Sebagai fasilitas KAI menyediakan program akselerasi melalui talent pool yang disebut fast tracking, khusus pegawai yang lolos dari program MT. Mereka bisa kehilangan fasilitas ini bila capaian KPI tidak sesuai.

"Kalau udah fast tracking, nanti dia dimasukkan ke berbagai career path yang lebih. Itu lebih cepat, kita ada akselerasi begitu. Tapi syaratnya ada, misalnya dia punya produk penelitian apa, penemuan apa, inovasi apa, itu ada fast tracking," tegas Agus.

Adapun alasan yang rekrutmen KAI ini adalah karena ini program rekrutmen khusus untuk MT, berbeda bila KAI membuka rekrutmen reguler.

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait