Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kronologi Penyerangan Warkop di Araskabu Dipicu Sumbangan Buka Puasa hingga Berdamai

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Potongan video aksi sejumlah pemuda asal Desa Araskabu, di Kecamatan Beringin, Deliserdang, menyerang sebuah warung kopi (Warkop), pada Minggu (9/3/2025) malam. (Dok. Warga)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi sejumlah pemuda asal Desa Araskabu, di Kecamatan Beringin, Deliserdang, menyerang sebuah warung kopi (Warkop), pada Minggu (9/3/2025) malam.

Dalam video yang beredar terlihat, para pemuda tersebut secara bersamaan masuk ke warkop dan langsung merusak tatanan kursi pelanggan dengan cara melemparnya.

Kapolsek Beringin, Iptu Muhammad Hafiz Ansari, mengatakan kejadian tersebut dipicu oleh kesalapahaman antar para pemuda dengan karyawan warkop soal sumbangan acara buka puasa.

Baca Juga : Kasus Viral Oknum Polisi yang Ancam Tembak Karyawan Toko di Tebingtinggi Berakhir Damai

Sebelum kejadian sejumlah pemuda meminta sumbangan kepada karyawan warkop, namun para karyawan menolaknya. Setelah itu para pemuda tersebut pergi, dan salah seorang di antara mereka diduga melampar batu ke arah para karyawan warkop.

"Para karyawan warkop ini lalu mengejar mereka sampai ke Desa Araskabu dan di sana sempat terjadi perkelahian," ujar Hafiz kepada Nusantaraterkini.co melalui saluran telepon, Selasa (11/3/2025).

Setelahnya, pemuda itu diduga tidak terima dan kemudian memanggil teman-temannya. Sehingga mereka kembali menyerang ke warkop tersebut.

Baca Juga : Dilaporkan Berdamai dengan Erik ten Hag, Jadon Sancho Pulang ke Man United

"Nah terjadilah seperti yang di video itu," kata Hafiz.

Tak lama, kepolisian datang ke lokasi kejadian guna melerai kedua pihak.

Hafiz juga menjelaskan situasi saat ini di Desa Araskabu aman terkendali. Ia mengatakan bahwa semuanya telah kondusif. Antara pegawai warkop dengan masyarakat sama-sama berdamai.

"Jadi malam itu juga, saya pun di situ sama Kasatreskrim, sudah didamaikan di desa. Sudah ada perdamaian, ada perangkat desa, polisi, sudah lengkaplah semalam. Sekarang sudah kondusif," kata Hafiz.

Meskipun ada sejumlah pemuda mengalami luka memar, Hafiz menyebutkan jika owner warkop yang akan bertanggung jawab. Gesekan yang terjadi antara masyarakat dengan pegawai warkop dipastikan Kapolsek Beringin itu telah usai.

"Ada memarlah dari remaja-remaja ini sedikit. Untuk kompensasinya, dari pihak warkop Agam ownernya pun datang. Owner bilang bahwa dia yang menanggungjawabi semua," pungkasnya.

(cw7/nusantaraterkini.co)