Korlantas Polri dan Jasa Marga Perkuat Sinergi Hadapi Nataru 2026, Digitalisasi Tol hingga Zero ODOL Jadi Fokus
Korlantas Polri dan Jasa Marga memperkuat sinergi menghadapi Nataru 2026, digitalisasi jalan tol, ETLE, RFID, serta penerapan Zero ODOL.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Korlantas Polri bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan pelayanan lalu lintas nasional. Fokus kerja sama meliputi persiapan arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026-2027, percepatan digitalisasi jalan tol, hingga implementasi kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL).
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang berlangsung di Gedung NTMC Polri, Jakarta, Senin (3/8/2026). Pertemuan dipimpin Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo dan dihadiri Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, beserta jajaran masing-masing.
Turut mendampingi Kakorlantas antara lain Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol. I Made Agus Prasatya, Dirregident Korlantas Polri Brigjen Pol. Komarudin, serta pejabat utama Korlantas lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas strategi pengelolaan lalu lintas nasional, kesiapan menghadapi lonjakan kendaraan selama libur Nataru, penguatan sistem pengawasan kendaraan ODOL, hingga integrasi teknologi digital di jaringan jalan tol.
Irjen Wibowo menegaskan, koordinasi antara Korlantas Polri dan Jasa Marga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus kendaraan saat musim liburan.
Menurutnya, meningkatnya mobilitas masyarakat menuju kawasan wisata dan berbagai daerah selama Nataru membutuhkan kesiapan infrastruktur, rekayasa lalu lintas, serta sistem pengawasan yang lebih modern.
Selain itu, Korlantas juga meminta pembaruan informasi mengenai perkembangan pembangunan sejumlah ruas tol baru, khususnya di wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur.
Keberadaan ruas tol tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan sekaligus memperlancar distribusi logistik menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Tak hanya membahas arus liburan, rapat koordinasi juga menyoroti implementasi kebijakan Zero ODOL yang ditargetkan mulai berlaku pada awal 2027.
Irjen Wibowo menilai penanganan kendaraan ODOL tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum di lapangan. Menurutnya, pembenahan dari sisi hulu, termasuk keterlibatan pelaku usaha dan perusahaan angkutan, menjadi bagian penting agar kebijakan tersebut berjalan efektif.
"Kalau seluruh persoalan dibebankan kepada petugas di lapangan tanpa pembenahan dari hulu, hasilnya justru bisa kontraproduktif," ujarnya dikutip, Selasa (4/8/2026).
Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan perusahaan terus memperkuat sistem pengawasan kendaraan berat melalui pemanfaatan teknologi.
"Jumlah perangkat Weigh In Motion (WIM) akan ditingkatkan dari dua menjadi delapan titik. Sistem tersebut dipadukan dengan kamera pengawas dan teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) yang mampu mendeteksi dimensi serta berat kendaraan secara real time," pungkasnya.
Data hasil pemantauan, lanjut dia, kemudian diintegrasikan dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) milik Korlantas Polri untuk mendukung penegakan aturan terhadap kendaraan ODOL.
Selain itu, Jasa Marga juga mengembangkan integrasi data digital melalui aplikasi Travoy berbasis Radio Frequency Identification (RFID).
"Data RFID nantinya akan disinkronkan dengan sistem Registrasi dan Identifikasi (Regident) Korlantas Polri serta data uji berkala kendaraan dari Kementerian Perhubungan guna memperkuat pengawasan terhadap angkutan barang," paparnya.
Penguatan layanan juga dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang akan dimanfaatkan bersama sebagai pusat koordinasi dalam merespons insiden di ruas tol secara lebih cepat dan terintegrasi.
Rivan menegaskan, pemanfaatan teknologi dan pertukaran data antarlembaga menjadi fondasi penting dalam meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, Korlantas Polri dan Jasa Marga berharap pelayanan jalan tol nasional semakin modern, responsif, serta mampu menghadapi tantangan mobilitas yang terus meningkat, terutama pada momentum libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·28 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTerdakwa Pengeroyokan Dituntut 2 Tahun, Ketua SPSI Tuding Jaksa Disuap
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALIsu Pengerahan 20 Ribu Prajurit ke Jakarta, Panglima TNI Ungkap 3 Level Siaga, Personel dan Alutsista Disiapkan
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALHercules: Penyadapan terhadap Presiden Adalah Tindakan Makar dan Pengkhianatan Negara
Rozie Winata·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan