Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Korban Tewas Kecelakaan Pesawat Jeju Air Jadi 120 Orang: 173 Penumpang Warga Lokal, 2 Thailand

Editor:  hendra
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Petugas pemadam kebakaran melakukan operasi penyelamatan di sebuah pesawat yang keluar dari landasan pacu di Bandara Internasional Muan di Muan, Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan, Minggu (29/12/2024). Foto: Yonhap via REUTERS

nusantaraterkini.co, SEOUL - Korban tewas kecelakaan pesawat Jeju Air jenis Boeing 737-800 dengan nomor penerbangan 7C2216 di Korea Selatan (Korsel) pada Minggu (29/12/2024) bertambah menjadi 120 orang. Dua awak pesawat dikabarkan selamat, satu pria dan satu lainnya wanita.

Dari total 175 penumpang di dalam pesawat, 173 merupakan warga lokal, sementara dua lainnya warga negara Thailand.

Juru bicara pemerintah Thailand, Jirayu Houngsub, dua wanita asal Thailand yang berada di pesawat itu berusia 22 dan 45 tahun.

Baca Juga : Pesan 'Burung Sangkut Disayap' Sebelum Pesawat Jeju Air Kecelakaan dan Kesaksian Warga

Pesawat membawa 181 orang, rute Bangkok menuju Muan itu dijadwalkan mendarat pukul 09.07 pagi waktu setempat. Namun saat akan mendarat, pesawat mengalami kecelakaan. Penyebabnya diduga karena pesawat ditabrak kawanan burung. Akibatnya, roda pendaratan tidak berfungsi hingga terjadi kecelakaan.

Baca Juga : UPDATE: Pesawat Jeju Air Jatuh di Korsel Korban Tewas Bertambah Jadi 47, Ini Kronologinya

Menurut kepala pemadam kebakaran Muan Lee Jung-hyun, mereka diselamatkan dari bagian ekor pesawat yang terbakar.

"Hanya bagian ekor yang masih sedikit bentuknya, dan bagian lainnya (pesawat) tampak hampir mustahil dikenali," kata Lee, seperti diberitakan Reuters, Minggu (29/12/2024).

Baca Juga : Pesawat Jeju Air Jatuh di Korsel, Ini Kata Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI Menjadi Korban

Setelah berjuang melawan kobaran api, kata Lee, sekitar pukul 13.00 waktu setempat, api akhirnya berhasil dipadamkan.

Jeju Air menyampaikan permintaan maaf atas insiden ini dan berjanji akan mendukung keluarga korban serta para penyintas yang saat ini dirawat di rumah sakit di Mokpo.

(Dra/nusantaraterkini.co).