nusantaraterkini.co, SEOUL - Sejumlah media lokal Korea Selatan (Korsel) memberitakan sebuah pesan yang dikirim oleh salah satu penumpang sebelum pesawat Jeju Air kecelakaan.
Pesan ini menambah kejanggalan dalam peristiwa kecelakaan pesawat tersebut.
Penumpang tersebut mengirim teks kepada keluarganya. Dalam pesan teks itu, korban mengatakan, “Seekor burung tersangkut di sayap pesawat, jadi saya tidak bisa mendarat.”
Baca Juga : Korban Tewas Kecelakaan Pesawat Jeju Air di Korsel Jadi 85 Orang
Setelah pesan tersebut terkirim, kontak dengan penumpang pesawat itu terputus.
Kawasan sekitar Bandara Muan memang merupakan habitat burung liar karena banyaknya persawahan dan lahan basah.
Menurut Yonhap News, saksi mata, Jeong (50), yang sedang memancing di dekat bandara mengatakan kalau pesawat bertabrakan langsung dengan sekawanan burung.
Baca Juga : Pesawat Jeju Air Jatuh di Korsel, Ini Kata Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI Menjadi Korban
“Pesawat itu bertabrakan langsung dengan sekawanan burung yang terbang dari arah berlawanan. Saya mendengar suara ‘pop’ dari mesin kanan dan melihat api,” ujarJeong (50).
Pesawat dilaporkan sempat berusaha terbang kembali setelah tabrakan. Namun tidak mampu mencapai ketinggian yang aman.
Saksi lain menyatakan, dirinya melihat api di bagian belakang pesawat sebelum pesawat itu berputar dan akhirnya jatuh.
Baca Juga : UPDATE: Pesawat Jeju Air Jatuh di Korsel Korban Tewas Bertambah Jadi 47, Ini Kronologinya
Tim penyelidik tengah memeriksa kemungkinan burung tersedot ke dalam mesin yang menyebabkan malfungsi serius.
Awak yang selamat mengkonfirmasi mereka mendengar ledakan sebelum pesawat kehilangan kendali.
Sedangkan korban selamat kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Mokpo.
Pemerintah Korea Selatan menyatakan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan berjanji akan mengusut tuntas penyebab kecelakaan.
(Dra/nusantaraterkini.co).
