Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dalam banjir Sumatera hingga Sabtu (13/12/2025) hingga pukul 06.40 WIB telah mencapai 995 jiwa.
Sedangkan untuk korban hilang atau masih dalam pencarian, kini juga telah mencapai 226 jiwa.
Adapun rinciannya, korban meninggal di Aceh mencapai 441 jiwa. Kemudian Sumatera Barat sebanyak 241 jiwa, dan 343 di Sumatera Utara.
Baca Juga : Kisah Pilu Rokki: Mencari Ayah di Desa Bair Tapteng yang Lenyap Ditelan Longsor Bandang
Selain menelan ratusan korban jiwa, BNPB melaporkan 158.000 rumah warga di 52 kabupaten mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan longsor. Kondisi ini membuat ribuan keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Bencana ini juga menyebabkan sedikitnya 5.400 warga terluka serta kerusakan luas pada permukiman dan infrastruktur publik.
Baca Juga : Walhi: Banjir Sumatera Bencana Ekologis, Korporasi Wajib Bertanggung Jawab atas Deforestasi
Tidak hanya rumah, total 1.200 fasilitas umum turut terdampak. Perinciannya, yakni 219 fasilitas kesehatan, 434 rumah ibadah, 290 gedung dan perkantoran, serta 405 jembatan dilaporkan rusak.
Sektor pendidikan juga mengalami kerusakan signifikan. Sedikitnya 581 fasilitas pendidikan dilaporkan rusak parah, sehingga proses belajar-mengajar di banyak wilayah terhenti.
