Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Konsorsium Seniman Medan Tekankan Pentingnya Dukungan Instansi untuk Kelangsungan Seni

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Elvirida Lady Angel Purba
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Koordinator Konsorsium Seniman Medan Afrion. (Foto: Elvirida Lady Angel Purba/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pesta Seni Medan (PESAN) 2024 yang digelar oleh Konsorsium Seniman Medan (KSM) kini memasuki hari kedua dengan antusiasme yang terus meningkat.

Acara ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan serta Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara (Sumut).

Baca Juga : Komisi V Dukung Realisasi 350 Ribu Rumah Subsidi di 2025

Namun, KSM berharap kedua instansi tersebut terus konsisten dalam mendukung dan berkolaborasi dengan para seniman agar mereka tetap bisa berkarya dan eksis dalam jangka panjang.

Baca Juga : MPR Dorong Mahkamah Internasional Tindak Tegas Kejahatan Israel

Koordinator KSM Afrion menekankan pentingnya dukungan yang berkesinambungan.

"Ini bukan hanya tentang acara sesaat, tapi bagaimana seniman-seniman Medan bisa terus diberikan ruang untuk berkarya. Ini untuk masyarakat, untuk komunitas yang dikelola oleh KSM agar tetap hidup dan berkelanjutan,” jelasnya kepada Nusantaraterkini.co, Jumat (11/10/2024).

Baca Juga : Pakar: Tupoksi Angkatan Siber TNI Tak Tumpang Tindih dengan Unit Siber Lain

Afrion menyebutkan bahwa Pesta Seni Medan bukan sekadar sebuah acara seni biasa, melainkan sebuah pertemuan penuh emosi bagi para seniman yang selama ini merindukan ruang untuk berekspresi.

Baca Juga : Tiga Instansi tak Diisi Pejabat Definitif, Pemko Binjai Akan Gelar Lelang Jabatan

Setelah empat tahun tidak ada kegiatan, PESAN 2024 menjadi ajang bagi seniman Medan untuk menunjukkan karya dan kreativitas mereka.

KSM mempersiapkan acara ini selama dua bulan setelah mendapatkan izin menggunakan kembali Taman Budaya Medan (TBM).

“Hari ini, kami menampilkan pertunjukan seni tari dari berbagai sanggar. Ada juga workshop, dan malam ini akan ada pertunjukan teater,” ujarnya. 

Afrion menambahkan bahwa puncak acara pada 12 Oktober akan diisi dengan karnaval yang melibatkan 10 Sekolah Dasar (SD) dan 10 Sekolah Menengah Pertama (SMP), diikuti oleh diskusi bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Hilmar Farid.

Karnaval yang akan digelar di puncak acara diharapkan menambah semarak PESAN 2024. Acara ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai sekolah. Menariknya, Afrion menjelaskan bahwa acara penutupan tidak akan diisi dengan seremoni formal. 

“Kita tidak ada upacara penutupan resmi. Pak Hilmar Farid kemungkinan akan menutup acara secara simbolis. Setelah maghrib, baru ada penampilan musik untuk menutup seluruh rangkaian acara,” tuturnya.

Sebanyak 35 sekolah dan 50 komunitas seni yang terdiri dari berbagai disiplin seperti seni rupa, tari, teater, dan lainnya terlibat dalam acara ini. Afrion menegaskan bahwa meskipun acara ini cukup besar, tidak ada kendala yang berarti. 

“Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Niat baik untuk berkumpul dan kembali berkarya jadi penggerak utama. Semua pertunjukan dilakukan secara swadaya, didorong oleh kesadaran dan kerinduan mereka untuk kembali berkreasi di TBM,” jelasnya.

Melalui PESAN 2024, Afrion berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi kebangkitan seni dan budaya di Medan. Ia juga berharap agar pemerintah dan instansi terkait terus memberikan dukungan berkelanjutan bagi ruang-ruang kreatif di kota ini.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan yang kuat, PESAN 2024 menjadi momentum kebangkitan bagi seni di Medan, membuka jalan baru bagi para seniman dan komunitas untuk terus berkarya dan berkembang.

“Dukungan seperti ini sangat penting. Tanpa ruang untuk berkarya, seni dan budaya akan sulit berkembang. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan agar seniman tidak merasa terpinggirkan dan bisa terus maju,” pungkasnya.

(Cw9/Nusantaraterkini.co)