Nusantaraterkini.co, TAPUT - Ratusan pelajar SD Negeri 173149 Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mengikuti pemulihan trauma (trauma healing) yang digelar oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Barito Selatan serta Yayasan Swanayaka Indonesia.
Relawan Medis Kemenkes serta anggota IDI Barito Selatan dr Jimmy Taruna Taufiq Fajar mengatakan, pihaknya diajak berkolaborasi untuk menyembuhkan trauma yang dialami anak-anak ini.
Baca Juga : KAI Pastikan Pendampingan Korban Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek
"Aksi ini juga bagian pelayanan kesehatan yang harus diberikan sehingga kami ingin anak-anak di sini sembuh,” katanya, Sabtu (24/1/2026).
Baca Juga : Letkol Inf Dedi Harnoto : Trauma Healing Wujud Kepedulian dan Empati
Sementara, Founder Yayasan Swanayaka Indonesia dr Siti Sundari Manopo menilai, meski di wajah anak-anak penyintas bencana tidak terlihat bekas trauma, tapi di dalam jiwa mereka masih terdapat hal itu.
“Itu yang coba kami gugah agar mereka dapat melupakan kejadian naas itu dan mampu menyikapi secara positif,” katanya.
Baca Juga : Target Mei 2026, 103 Unit Huntap Tapanuli Utara Siap Relokasi Warga Terdampak Bencana
Tenaga pendidik di SD Negeri 173149 Irmalirawati Hutagalung menyebutkan, ada 136 pelajar yang mengikuti kegiatan dan semua anak senang dan berbahagia.
Baca Juga : Ditarget Usai Lebaran, PT HK Kebut Perbaikan Jalan Amblas di Jalur Jalinsum Taput - Tapteng
Ia menjelaskan seluruh anak mengikuti kegiatan yang diselingi permainan dan interaksi dengan pemateri, sehingga membuat mereka bahagia dan lupa akan trauma yang mereka alami.
Menurut dia, pelajar sangat membutuhkan kegiatan seperti ini dengan jumlah yang cukup banyak untuk mengobati trauma mereka.
“Mereka ini mengalami trauma akibat bencana longsor dan sempat kehilangan pakaian sekolah karena rumah yang tertimbun longsor,” kata dia.
(*/nusantaraterkini.co)
