Kementerian ESDM Didorong Hati-hati Sikapi BBM BOBIBOS sedang Viral di Medsos
Produk bahan bakar minyak (BBM) berlabel BOBIBOS viral di berbagai platform media sosial.
nusantaraterkini.co, JAKARTA - Produk bahan bakar minyak (BBM) berlabel BOBIBOS viral di berbagai platform media sosial.
Anggota Komisi XII DPR Ratna Juwita Sari mendorong pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), untuk bersikap cepat namun tetap hati-hati dalam menyikapi temuan bahan bakar baru tersebut.
Ratna menilai munculnya inovasi seperti BOBIBOS patut diapresiasi, terlebih jika benar dikembangkan oleh anak bangsa dengan klaim lebih ramah lingkungan dan memiliki nilai oktan tinggi.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa setiap produk BBM yang beredar di masyarakat wajib melalui uji laboratorium, uji emisi, serta uji keamanan mesin sebelum mendapat izin edar resmi.
“Inovasi energi alternatif memang harus kita dukung. Tapi pemerintah wajib memastikan semua tahapan pengujian terpenuhi. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena tergiur produk yang belum terverifikasi secara ilmiah,” ujar Ratna, Sabtu (8/11/2025).
Ratna meminta Kementerian ESDM bersama lembaga uji seperti Lemigas untuk segera melakukan pengujian komprehensif dan publikasi hasilnya secara transparan, agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Perindustrian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, guna menilai kelayakan bahan bakar tersebut dari sisi teknologi, keselamatan, dan dampak lingkungan.
Selain itu, Ratna mendorong pemerintah untuk menerbitkan imbauan sementara kepada masyarakat agar tidak menggunakan produk BBM yang belum memiliki izin edar. Menurutnya, kehati-hatian ini penting demi menjaga keselamatan pengguna kendaraan dan mencegah potensi kerusakan mesin.
“Kita tidak boleh anti-inovasi, tapi juga tidak boleh abai terhadap standar keselamatan. Kalau hasil uji nanti membuktikan aman dan efisien, tentu patut kita dukung pengembangannya. Namun sebelum itu, negara harus hadir melindungi konsumen,” tegas Ratna.
Lebih lanjut, Ratna menyarankan agar pemerintah menyiapkan kerangka regulasi dan standar nasional untuk pengembangan bahan bakar nabati atau campuran alternatif di masa depan. Dengan begitu, setiap inovasi baru dapat diuji dan dinilai secara objektif tanpa menimbulkan kebingungan di publik.
“Temuan seperti BOBIBOS bisa jadi momentum mempercepat transisi energi nasional, asal pemerintah mampu mengelola dengan sains, transparansi, dan tata kelola yang baik,” tandas legislator dapil Jatim ini.
(cw1/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Tangkap Tersangka Pembobol Rumah Guru Agama
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANPemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Sumatera
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut Kebut Pembangunan Infrastruktur dan Realisasi APBD 2026
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas Tegaskan Pembangunan Puskesmas Tuntungan Harus Rampung Tepat Waktu
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers di Sidimpuan: Polisi Reka 30 Adegan
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan