Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kejuaraan Dunia Pencak Silat ke-3 Resmi Dibuka, Wamenpora: Prestasi Tinggi, Tapi Belum Diakui Dunia

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wamenpora Republik Indonesia, Taufik Hidayat, saat memberikan kata sambutan di Gedung Serbaguna Diaspora Sumut, Deliserdang, Senin (4/8/2025). (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Republik Indonesia, Taufik Hidayat, secara resmi membuka Kejuaraan Dunia Pencak Silat edisi ketiga di Gedung Serbaguna Diaspora Sumatera Utara (Sumut), Jalan Williem Iskandar, Kabupaten Deliserdang, Senin (4/8/2025).

Kejuaraan ini menjadi ajang lanjutan dari dua edisi sebelumnya yang sukses diselenggarakan di Jakarta (2021) dan Yogyakarta (2023), dan kini untuk pertama kalinya digelar di luar Pulau Jawa, tepatnya di Sumatera Utara, sebagai bentuk perluasan sebaran budaya pencak silat ke berbagai daerah.

Baca Juga : 145 Pendekar Luar Negeri Ikut Kejuaraan Pencak Silat Dunia edisi ke-3 di Sumut

Dalam sambutannya, Taufik Hidayat menyampaikan bahwa sejak kejuaraan pertama dan kedua bergulir, Indonesia selalu mencatatkan prestasi gemilang di olahraga pencak silat.

“Namun, pencak silat belum menjadi cabang olahraga utama di multi event dunia, seperti Asian Games dan Olimpiade. Meski begitu, prestasi pencak silat di Indonesia sangat membanggakan. Pemerintah sangat mendukung kejuaraan ini,” ujar Taufik saat memberikan kata sambutannya di Gedung Serbaguna Diaspora Sumut, Jalan Williem Iskandar, Deliserdang.

Kejuaraan ini akan berlangsung selama sepekan dan diikuti oleh lebih dari 20 negara, dengan ratusan atlet yang akan beradu teknik dan ketangkasan dalam memperjuangkan gelar juara dunia.

Baca Juga : Pembukaan Kejuaraan Pencak Silat Dunia Edisi Ketiga di Gelar di Sumut, Pemerintah Ingin Lestarikan Budaya

Sebelumnya telah diberitakan, Ketua panitia pelaksana, Johny Marpaung, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan menjadi titik penting untuk memperkuat dan melestarikan budaya pencak silat sebagai warisan hidup bangsa.

Ada sebanyak 20 negara asing yang mengikuti kejuaraan ini dengan total peserta sebanyak 145 orang mewakili negara masing-masing.

“Kejuaraan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan budaya sekaligus membangun kebudayaan lewat pencak silat,” kata Johny.

(cw7/nusantaraterkini.co)