nusantaraterkini.co, MEDAN - Kejuaraan pencak silat dunia edisi ketiga tahun 2025 diselenggarakan di Sumatera Utara (Sumut). Sebanyak 145 pendekar dari berbagai negara diantaranya yaitu Amerika Serikat, mengikuti kejuaraan ini.
Berdasarkan penuturan Ketua Panitia kejuaraan seni bela diri tradisional ini, Johny Marpaung, menyebut bahwa ada 20 negara dari kawasan ASEAN, Asia, Eropa, Amerika, Afrika dan Australia menjadi peserta.
Para pendekar silat lainnya, diikuti dari Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengprov Ipsi) dan pendekar binaan dari sejumlah perguruan besar di tanah air.
Baca Juga : Sebelum Berangkat Ke Sumbar, Dhijey Lexie Targetkan Juara Karate untuk Bisa Kuliah di Luar Negeri
“145 peserta dari 20 negara yang ikut, sementara itu sebanyak 3.265 peserta dari IPSI dan perguruan besar lainnya,” ucap Johny saat memberikan kata sambutan pembukaan acara, di Gedung Serbaguna Pemprovsu, Jalan Pancing, Kota Medan, pada Senin (4/8/2025).
Saat yang bersamaan ia juga menambahkan, alasan lain dari kejuaraan ini diharapkan mampu membawa nilai-nilai kebudayaan Indonesia ke mata dunia.
“Kita harap dari kejuaraan ini kebudayaan Indonesia lebih dikenal lagi di mata dunia,” kata Johny.
Baca Juga : Buka Kejuaraan Judo Piala Wali Kota Medan, Rico Waas Tegaskan Komitmen Dukung dan Kembangkan Olahraga Judo
Dilain sisi, Gubernur Sumut, Bobby Nasution, mengatakan seni bela diri yang telah ada sejak jaman kerajaan di Indonesia ini mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Seperti gelaran Olimpiade Los Angeles 2028 mendatang.
“Mudah-mudahan ini bisa menjadi pemicu semangat bagi seluruh pesilat, dan satu langkah maju agar pencak silat bisa tampil di Olimpiade," kata Bobby.
Satu pandangan dengan Johny, Bobby menginginkan momentum ini menjadi strategi untuk mengenalkan Indonesia khususnya Sumut memiliki ragam serta nilai kebudayaan.
Baca Juga : Klasemen Akhir Medali SEA Games 2025: Indonesia Runner-Up, Ukir Prestasi Tandang Terbaik dalam 30 Tahun
(Cw7/Nusantaraterkini.co).
