Nusantaraterkini.co, MEDAN - Usai kasus penyerangan prajurit TNI dari dari Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumangan, di Desa Selamat, Kabupaten Deliserdang, pada Jumat (9/11/2024) lalu, meninggalkan rasa trauma bagi anak-anak Desa.
“Banyak anak-anak yang takut berangkat sekolah akibat kejadian itu,” ucap Kepala Dusun III, Desa Selamat,
Baca Juga : Panglima TNI Kirim Kendaraan Dapur Lapangan, Satgas Kodam I/BB Pasok Makanan Korban Bencana Tapteng
Binawanti saat diwawancarai, Senin (11/11/2024).
Hal itu juga dipicu, kata Binawanti akibat rute sekolah melewati kantor Batalyon Artileri Medan (Armed).
Baca Juga : Jembatan Bailey Anggoli Tapteng Rampung 100 Persen, Akses Warga Pulih
Kemudian, sejumlah warga juga masih menyimpan trauma usai kejadian tersebut, termasuk Binawanti sendiri.
Baca Juga : Korban Keganasan 45 Prajurit TNI di Deli Serdang Hingga Kini Menanti Keadilan
“Kalau dibilang takut, masih takut sampai kini. Melintas ke arah sana (Armed) warga masih was-was,” jelasnya.
Sebelumnya, Seorang pria paruh baya, bernama Raden Barus (61), menjadi korban penganiyaan prajurit TNI dari Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumangan.
Baca Juga : Soal Penyerangan TNI di Deliserdang, Ahmad Sahroni: Itu Reaksi dari Arogansi Rakyat
Diketahui, akibat penganiayaan itu, Raden dinyatakan tewas, pada Jumat (9/11/2024) malam.
Baca Juga : Komisi I DPR Minta Oknum TNI Penyerangan di Desa Selamat Dihukum
Sebelumnya, Kodam I/BB menyebut ada 33 oknum personel TNI yang terlibat insiden ini. Saat ini, 33 oknum TNI itu pun telah diperiksa di Pomdam I/BB.
“Saat ini seluruh prajurit yang terlibat dalam penyerangan tersebut telah ditangani oleh Pomdam I Bukti Barisan,” ucap Kapendam I/BB, Kolonel Dody Yudha, dalam konferensi pers, Minggu (10/11/2024).
Baca Juga : Minta Hukuman Sesuai, Keluarga Raden Barus: Kita Masih Menghargai Iman
Dirinya juga mengatakan, saat ini para korban telah telah telah dirawat di Rumah Sakit Putri Hijau.
"Delapan orang korban masyarakat yang luka-luka sudah dipindahkan dari rumah sakit Sembiring ke Rumah Sakit Putri Hijau, dan akan diberikan pengobatan yang terbaik, sampai sembuh," pungkasnya.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
