Nusantaraterkini.co - Anggota Komisi I DPR Lodewijk F. Paulus mengingatkan pentingnya bagi masyarakat Indonesia terkait literasi digital terutama pada perlindungan dan keamanan data pribadi.
"Sekarang orang terlalu bebas berbicara tentang data pribadi, ada kalanya seseorang memposting data data yang tidak perlu dipublikasikan, apalagi ada sampai seseorang yang memposting KTP sendiri pada media sosial, dan di share ke teman-temannya. tentunya pemerintah hadir untuk melindungi data pribadi kita, tapi jangan kita malah membuka atau mengobral data pribadi kita ke publik,” katanya.
Menurut Lodewijk, saat ini terdapat 353,8 juta pengguna ponsel. Terkait hal itu, terdapat sekitar 28 persen penduduk Indonesia menggunakan lebih dari 1 ponsel.
Baca Juga : Bank Sumut Salurkan Bantuan Laptop dari Program Cash Waqf Linked Deposit untuk Sekolah Bintang Rabbani
“Maka dari itu mengapa Indonesia menjadi sasaran empuk dari produsen handphone, karena handphone sudah menjadi gaya hidup masyarakat,” imbuhnya.
Terdapat 212,9 juta orang menggunakan internet, yang mana internet sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Kemudian terdapat 167 juta orang atau 60,4 persen yang aktif di media sosial.
“Literasi digital untuk masyarakat yang pertama, kita harus menghindari intimidasi secara online, kedua mencegah penyalahgunaan data pribadi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, ketiga menghindari potensi pencemaran nama baik, dan mencegah pelanggaran privasi”, ujar Lodewijk.
Baca Juga : Habib Syarief Usulkan Tiga Pilar Transformatif Generasi Digital untuk Perkuat Digitalisasi Pembelajaran
Ia menegaskan peran negara dalam membangun keamanan digital menjaga keamanan jaringan dan infrastruktur teknologi informasi, mengembangkan sumber daya manusia dalam bidang keamanan data digital, meningkatkan kerjasama antara sektor publik dan swasta dalam membangun sarpras keamanan digital.
“Keamanan data pribadi sangat penting di era digital, Membangun keamanan digital menjadi penting dan mutlak untuk menjamin keamanan masyarakat digital," katanya.
"Dengan meningkatkan keamanan digital diharapkan dapat mengurangi risiko keamanan di dunia digital, sehingga pemanfaatan teknologi dapat lebih optimalkan bagi masyarakat. Kita semua diharapkan dapat menjadi agen dalam menyosialisikan pentingnya melindungi data pribadi di era digital,” ujarnya.
Baca Juga : Diduga Seorang Kepala Desa Acungkan Senjata Yang Viral di Media Sosial, Ini Kata AKBP Yon Edi Winara
Kemudian, ia juga mengingatkan pentingnya partispasi pemilih muda pada Pemilu 2024 yang akan dilaksanakan pada 14 Februari.
Menurut Lodewijk, pemilih milenial di Pemilu 2024 mendatang sangat besar, antara 53-59 persen. Namun sayang jika hak sebagai warga negara tersebut tidak dipakai atau tidak dimanfaatkan.
(Ann/Nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Australia Ambil Langkah Tegas, 4,7 Juta Akun Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Dinonaktifkan
