Jelang MotoGP, Lalu Ari: Angkat Budaya Mandalika untuk Tarik Wisata Dunia
JAKARTA – Perhelatan MotoGP untuk tahun 2025 di Sirkuit Mandalika, NTB akan kembali digelar.
nusantaraterkini.co, JAKARTA – Perhelatan MotoGP untuk tahun 2025 di Sirkuit Mandalika, NTB akan kembali digelar.
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mengatakan, dalam meramaikan ajang MotoGP, pemerintah dan masyarakat perlu mengangkat kearifan lokal dan budaya Mandalika untuk memperkuat daya tarik pariwisata Indonesia di mata dunia.
Menurut Lalu Hadrian, Mandalika bukan hanya ikon sport tourism yang mendunia melalui ajang MotoGP, tetapi juga sebuah warisan budaya hidup yang menyimpan makna spiritual dan kearifan lokal.
“Saya selalu percaya, setiap jengkal tanah Lombok memiliki cerita. Di Mandalika, terutama di Tikungan 8, kita menemukan sesuatu yang lebih dari sekadar lintasan balap. Di sana ada mitos, doa, dan restu alam yang menjadikan Mandalika berbeda dari sirkuit mana pun di dunia,” kata Lalu Ari sapaan akrabnya, Sabtu (4/10/2025).
Tikungan 8 Sirkuit Mandalika dikenal para pembalap sebagai the balance point, titik keseimbangan antara kecepatan dan kendali. Namun, bagi masyarakat Lombok, titik tersebut diyakini sebagai gerbang restu Sang Putri Mandalika. Kisah-kisah mistis kerap muncul, mulai dari turunnya hujan tiba-tiba hingga angin laut yang berputar tanpa sebab ilmiah, yang diyakini sebagai tanda kehadiran sang putri.
“Fenomena-fenomena semacam ini bukan untuk diperdebatkan kebenarannya, tetapi untuk dirayakan sebagai bagian dari identitas budaya kita. Inilah daya tarik spiritual dan kultural yang membuat wisatawan dunia penasaran dan terhubung secara emosional dengan Lombok,” lanjut Lalu Ari.
Dia menilai, kisah mistis di balik Tikungan 8 bukan sekadar cerita rakyat, melainkan modal diplomasi budaya yang dapat memperkuat citra Indonesia. Melalui narasi lokal seperti ini, wisatawan mancanegara akan memperoleh pengalaman kultural yang unik dan otentik.
“Ketika dunia datang menonton MotoGP, biarkan mereka juga mendengar kisah Putri Mandalika, mencium wangi kenanga di udara, dan merasakan aura spiritual di antara laut dan bukit. Inilah cultural experience yang tidak dimiliki destinasi lain,” tegas legislator dapil NTB II ini.
Menariknya, angka 8 kini juga dimaknai masyarakat setempat sebagai simbol keseimbangan dan keberlanjutan, yang bertepatan dengan hadirnya Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang diyakini membawa semangat harmoni antara pembangunan, alam, dan budaya.
Ia pun menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam menjaga dan menyebarkan narasi budaya Mandalika. Ia mendorong agar kisah-kisah seperti legenda Tikungan 8 dapat diangkat melalui berbagai media, mulai dari konten kreatif, film, literasi wisata, hingga promosi internasional.
“Komisi X DPR RI akan terus mendorong penguatan sektor budaya dalam pembangunan pariwisata nasional, termasuk pengembangan narasi lokal sebagai identitas daerah,” tegasnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKRUU Pemilu, Hensa Ingatkan Threshold Jangan Mengabaikan Suara Pemilih
Herman Saleh Harahap·1 menit yang lalu -
-
POLITIKVideo Call Saat Rapat, Formappi Minta MKD Panggil Moreno Soeprapto
Herman Saleh Harahap·34 menit yang lalu -
SUMUTAktivis Madina Soroti Kinerja Sagtas PETI, Minta Segera Tindak Aktor Intelektual dan Pendana
Herman Saleh Harahap·46 menit yang lalu -
EKONOMISertifikasi Halal DIminta Tak Jadi Beban Baru bagi UMKM
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSTNI Raih Empat Rekor MURI Melalui Kegiatan Bersama Masyarakat
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSMagangHub Batch 2 Dimulai Hari Ini, Peserta Diminta Bersiap
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
E-SportKlasemen MPL ID S18: TLID Kokoh di Puncak, EVOS Beri Kejutan, Peluang RRQ Menipis
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
NEWSWorld Cleanup Day 2026, Wali Kota Binjai Ajak Warga Jadikan Gotong Royong Budaya
hendra·11 jam yang lalu -
E-SportKejar Peningkatan Prestasi Nasional, ESI Sumut Gelar Kejurprov Esport 2026
Herman Saleh Harahap·11 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan