Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Jelang final Copa America 2024, Messi disebut eks bintang Kolombia, telah kehilangan kecepatan.
Kolombia mesti hati-hati jika "Sang Raja" benar-benar marah. Media Argentina, Diario Ole, merilis sebuah artikel menarik jelang final Copa America 2024. Artikel itu berjudul "Colombia Le Mojo La Oreja a Messi".
Apabila diterjemahkan ke bahasa Indonesia, judul artikel di Diario Ole itu kira-kira bisa dimaknai "Kolombia Bikin Kuping Messi Panas" atau "Kolombia Menyentil Messi".
Baca Juga : Petinggi Kolombia Ditangkap Polisi Usai Final Copa America 2024
Seperti diketahui, eks pesepak bola bernama Adolfo Valencia membuat sentilan untuk Messi jelang laga final Copa America 2024 antara Argentina vs Kolombia di Stadion Hard Rock, Miami, Amerika Serikat, Minggu (14/7/2024) atau Senin (15/7/2024) pagi WIB.
"Dia bukan lagi Messi yang biasa kita lihat di Barcelona, yang bisa melewati enam atau tujuh pemain. Dia telah kehilangan kecepatan dan kekuatan seiring bertambahnya usia," kata Adolfo Valencia kepada TyC Sports.
Perkataaan itu seperti menabuh genderang perang urat syaraf mengingat status Adolfo Valencia sebagai eks pemain Kolombia.
Baca Juga : Lionel Messi Isyaratkan Pensiun setelah Piala Dunia 2026
Pria yang dijuluki El Tren (Si Kereta) karena kecepatannya itu pernah mengantar Kolombia membabat Argentina 5-0 dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 1994.
Ia menilai Messi telah mengalami penurunan dan pemain Kolombia tak perlu melakukan pendekatan khusus pada laga final Copa America 2024 nanti.
"Itu adalah keuntungan yang harus kami coba manfaatkan. Tanpa mengurangi segala yang telah dia capai, sekarang Messi bisa dijaga oleh siapa saja," tutur pria yang juga dikenal dengan nama Tren Valencia itu.
Baca Juga : Tim U13 Inter Miami Libas Atlanta United 12-0, Thiago Anak Lionel Messi Cetak 11 Gol
Artikel yang dirilis Diario Ole tadi merupakan respons untuk pandangan Tren Valencia terhadap Messi. Dalam artikel tulisan Hernan Claus itu, Kolombia disebut harus hati-hati. Akan ada bahaya besar jika "Sang Raja" benar-benar marah.
Pada masa lalu, Messi selalu bisa menerjemahkan kemarahan menjadi sebuah penampilan hebat di atas lapangan. Bahkan, Kolombia pernah terlibat langsung dalam kisah ini, persisnya pada laga semifinal Copa America 2021.
Kala itu, Messi berteriak dengan emosional "Menarilah sekarang, menarilah" usai eksekusi bek Kolombia, Yerry Mina, dihentikan Emiliano Martinez dalam babak adu penalti.
Baca Juga : Presiden Maduro Tuntut AS Hentikan Kebijakan Intervensi di Venezuela dan Amerika Latin
Messi menyindir Yerry Mina yang memang kerap melakukan selebrasi berjoget usai mencetak gol.
Kemarahan Messi itu mendorong Argentina menuju titel juara Copa America 2021 yang diraih berkat kemenangan 1-0 atas Brasil pada laga final. Belanda juga menjadi "korban" amukan Messi pada semifinal Piala Dunia 2022.
Messi yang merasa tersentil oleh kata-kata pelatih Belanda, Louis van Gaal, jelang laga, lalu melakukan selebrasi kontroversial.
Baca Juga : Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva Serukan Amerika Latin yang Merdeka
Ia membuka kedua tangan dan menaruhnya tepat di samping telinga. Perayaan gol itu dilakukan Messi persis di depan bangku cadangan Belanda, tempat di mana Van Gaal duduk.
Usai pertandingan, Messi juga terlibat momen tegang dengan striker Belanda, Wout Weghorst.
"Apa yang kamu lihat, bodoh?" ujar Messi kepada Weghorst dengan nada emosi, sampai-sampai membuat proses interviunya terjeda.
Emosi itu menjadi bahan bakar Messi dan kolega untuk sampai ke final Piala Dunia 2022. Pria beralias La Pulga akhirnya mewujudkan mimpi terbesar dengan menjuarai Piala Dunia.
Argentina yang dikapteni Messi menjadi kampiun Piala Dunia 2022 usai mengalahkan Perancis via adu penalti.
Menilik rekam jejak itu, Kolombia disebut berada dalam ancaman serius apabila Messi "Sang Raja" Argentina benar-benar merasa "terbakar" oleh perkataan Tren Valencia.
"Pernyataan-pernyataan ini menjadi bahan bakar bagi La Scaloneta (julukan Argentina asuhan Lionel Scaloni). Seperti yang telah terjadi di momen-momen lain dalam siklus ini, ketika mereka membuat panas telinga kapten Leo dan rekan setimnya," tulis Diario Ole. (rsy/nusantaraterkini.co)
