Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Keputusan PSSI untuk mengakhiri kerja sama dengan Shin Tae-yong sebagai pelatih timnas Indonesia mengejutkan banyak pihak, termasuk mantan pemain dan pelatih Liga Indonesia, Javier Roca.
Menurutnya, keputusan ini memiliki risiko besar, terutama mengingat timnas Indonesia sedang mempersiapkan diri menghadapi lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Australia dan Bahrain pada Maret mendatang.
"Sebenarnya saya kaget juga. Menurut saya, risikonya besar sekali karena kita kan sedang dalam kompetisi Maret lawan Australia. Apakah ini waktu yang tepat atau tidak, itu yang saya belum ketemu alasan kuat," ujar pelatih asal Chile itu dilansir dari Kompas.com.
Baca Juga : AC Milan Incar Marcus Rashford Usai Ditepikan Man United
Namun, ia meyakini bahwa Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan timnya telah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan besar ini.
Meski begitu, ia menilai bahwa Shin Tae-yong seharusnya diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugasnya hingga akhir masa kontrak.
"Saya sebenarnya pro proses. Harusnya STY menyelesaikan tugasnya dulu, tapi karena memang sudah seperti ini, kita harus menerima," imbuhnya.
Sementara itu terkait pemilihan pelatih baru, Javier Roca memberikan pandangan kritis di tengah rumor penunjukkan Patrick Kluivert sebagai pengganti pelatih timnas Indonesia.
Namun, ia merasa pengalaman pelatih tersebut lebih banyak berkecimpung di tim usia muda, sehingga mungkin belum sepenuhnya cocok menangani timnas Indonesia senior.
"Menurut saya, pelatih selanjutnya dari Belanda, tapi bukan Patrick Kluivert. Saya lebih memilih Giovanni van Bronckhorst. Dia berdarah Indonesia dan sudah berpengalaman menangani banyak tim," katanya.
Baca Juga : Ruud Gullit Tegaskan Jika Van Gaal Tak Akan Bergabung dengan Timnas Indonesia
Javier Roca menegaskan bahwa yang dibutuhkan timnas Indonesia saat ini adalah prestasi. Dengan waktu terbatas, ia berharap pelatih baru mampu memberikan hasil signifikan.
"Yang kita butuh sekarang adalah prestasi karena kita tidak ada waktu," sambungnya.
Salah satu jalan menuju prestasi tersebut adalah komunikasi yang menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan seorang pelatih dalam sebuah tim.
Ia berharap potensi kehadiran Patrick Kluivert, yang fasih berbahasa Inggris dan Belanda, dapat membantu memperbaiki komunikasi dengan skuad Garuda terutama dari para pemain diaspora.
"Saya ada usul, banyak pemain naturalisasi kalau ada ketidakcocokan dengan pelatih, pendekatan dan bahasa itu penting. Dengan Kluivert, yang dari Belanda dan bisa bahasa Inggris, komunikasinya mungkin akan lebih lancar," pungkasnya. (rsy/nusantaraterkini.co)
