Nusantaraterkini.co, MEDAN – Sejumlah ruas jalan utama di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) yang sempat terputus akibat banjir dan longsor kini kembali dapat dilalui masyarakat. Pemulihan ini dilakukan secara intensif oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama pemerintah daerah dan pihak terkait.
Untuk mempercepat penanganan darurat, Kementerian PU mengerahkan 310 personel dari unsur Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Cipta Karya. Tim tersebut bertugas melakukan inspeksi infrastruktur, pembersihan material longsor, hingga memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga.
Tak hanya sumber daya manusia, pemerintah pusat juga menurunkan 312 unit alat berat dan 10 jembatan Bailey ke lokasi terdampak. Rinciannya, sebanyak 128 unit alat berat ditempatkan di Aceh, 68 unit di Sumut, dan 116 unit di Sumbar. Selain itu, 358 unit alat pendukung turut dikerahkan untuk menunjang pekerjaan di lapangan.
Baca Juga : Begini Tampang Pelaku Pemerkosa Ibu dan Anak di Pemalang
Berkat kerja cepat dan kolaborasi lintas sektor, sejumlah akses vital antarkota dan kabupaten di ketiga provinsi tersebut kini kembali terbuka. Berikut daftar ruas jalan dan jembatan yang sudah dapat dilalui masyarakat berdasarkan data Kementerian PU per Rabu (17/12/2025).
Ruas Jalan yang Sudah Bisa Dilalui
Aceh
Baca Juga : Polres Tapteng Keluarkan SP2HP Kasus Pencemaran Nama Baik Ketua DPD HIMONI
Banda Aceh – Meureudu
Batas Kota Lhokseumawe/Aceh Utara – Kota Langsa
Kota Langsa – Kuala Simpang
Baca Juga : Soal Pertemuan Prabowo-Megawati, PAN: Ciptakan Suasana Damai dan Teduh
Kuala Simpang – Batas Provinsi Sumut
Sp. Uning (Takengon) – Uwaq – Blangkejeren
Kutacane – Batas Provinsi Sumut
Baca Juga : Dukung kebijakan Presiden Probowo, Pemko Padangsidimpuan Launching Makanan Bergizi
Genting Gerbang – Celala – Batas Aceh Tengah/Nagan Raya
Jembatan Krueng Merdu
Bireuen – Batas Bireuen/Bener Meriah (Jembatan Teupin Mane)
Baca Juga : Dukung 10 RUU Kabupaten/Kota, Komisi II: Cegah Konflik antara Daerah dan Pusat
Sumatera Utara
Sidikalang – Singkil – Barus – Sorkam – Sibolga
Padang Sidempuan – Penyabungan – Batas Sumbar
Baca Juga : AGM DPO Kejati Sumut Diamankan Kejari Madina
Padang Sidempuan – Batangtoru
Singkuang – Natal – Sp. Gambir – Batas Sumbar
Alternatif Tarutung – Sipirok
Batas Aceh – Pangkalan Susu – Tanjung Pura – Binjai
Tol Medan – Pangkalan Brandan
Medan – Sinaksak – Tebing Tinggi – Kisaran
Lintas Barat Sumatera: Sibolga – Barus – Aceh Singkil
Lintas Tengah Sumatera: Sidikalang – Kutacane
Lintas Timur Sumatera: Medan – Binjai – Tanjung Pura – Aceh Tamiang
Sumatera Barat
Padang – Pariaman – Lubuk Basung – Pasaman Barat – Batas Sumut
Padang Panjang – Bukittinggi – Lubuk Sikaping – Batas Sumut
Bukittinggi – Payakumbuh – Batas Riau
Padang – Painan – Indrapura – Batas Bengkulu
Padang – Solok – Sawahlunto – Dharmasraya – Batas Jambi
Padang – Lubuk Selasih – Surian – Padang Aro – Batas Jambi
Jalur Alternatif Tetap Disiapkan
Meski sebagian besar akses utama telah dibuka, sejumlah ruas masih dalam penanganan berat, seperti koridor Tarutung–Sibolga dan Tarutung–Sipirok di Sumatera Utara. Untuk memastikan mobilitas warga tetap berjalan, pemerintah menyiapkan jalur alternatif.
Akses menuju Sibolga masih bisa dilalui melalui Sidikalang–Barus–Sibolga, sementara jalur ke Sipirok tetap terbuka lewat Siborong-borong–Pangaribuan–Sipirok sepanjang 114 kilometer.
Pemerintah menargetkan perbaikan ruas jalan kritis akan rampung pertengahan Januari 2026, meski di beberapa lokasi proses masih terkendala medan berat dan akses alat berat yang terbatas.
Berdasarkan data hingga 15 Desember 2025, tercatat 1.413 titik terdampak bencana di tiga provinsi, terdiri dari 477 lokasi di Aceh, 306 lokasi di Sumut, dan 630 lokasi di Sumbar, meliputi jalan putus, jembatan rusak, hingga tanggul kritis.
Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pemulihan infrastruktur serta memastikan jalur alternatif tetap tersedia agar aktivitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terganggu.
(Dra/nusantaraterkini.co)
