nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Isak tangis warnai upaya pencaharian korban tenggelam di Danau Toba. Keluarga korban telah melakukan tradisi adat sebagai salah satu budaya agar korban segera ditemukan.
Keluarga korban terus memanggil anaknya dengan sebutan Jandri. Dengan suara yang terisak-isak, keluarga berharap sang anak segera ditemukan dalam kondisi apapun.
Ibu korban juga sejak tadi malam hingga pagi hari terus menangis dan meratapi keberadaan anaknya yang tenggelam. Tatapan yang kosong terus melihat ke arah Danau Toba. Meski tubuhnya mulai kaku dan lemah, namun dia terus menanti sang anak agar segera ditemukan.
Baca Juga : Habib Syarief Dorong Keberlanjutan KBM Bagi Anak Korban Bencana Sumatera
Warga setempat, Karlina Sihombing menyatakan bahwa keluarga sudah sangat terpukul dan berharap agar korban segera ditemukan bagaimana pun kondisinya.
"Kebetulan saya dekat orang tua korban, saya sangat sedih dan terpukul sebagai orang tua, melihat keluarga korban yang sudah mulai putus asa dan meratapi anaknya yang tenggelam, mereka sangat berharap agar sang anak segera ditemukan," ungkapnya, Minggu (21/9/2025).
Ia juga mengatakan bahwa segala upaya telah dilakukan untuk mencari korban namun belum juga membuahkan hasil.
Baca Juga : Habib Syarief Muhammad Dorong Penanganan Kasus Bullying di Sekolah Secara Komprehensif
"Upaya telah dilakukan baik Tim Gabungan dan Basarnas, Polisi, TNI juga bertugas, mereka sejak semalam telah melakukan pencaharian namun belum ada hasil, semoga korban tenggelam segera ditemukan," tutupnya.
(jas/nusantaraterkini.co)
